Satu Tahun Muharram & Syukri
Penyeragaman Kualitas Pendidikan di Aceh Besar, Membangun Generasi Berkarakter
Melalui integrasi pembelajaran kitab turats (kitab kuning) ke dalam sekolah formal, program ini dirancang untuk...
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sebagai bagian dari wilayah Serambi Mekkah, Aceh Besar senantiasa menempatkan pendidikan sebagai jalan utama membentuk generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Warisan panjang keilmuan Islam yang tumbuh dari dayah menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya kebijakan strategis yang menyatukan tradisi turats dengan sistem sekolah formal.
Melalui penyeragaman pendidikan, pemberdayaan ekonomi dayah, serta penguatan sarana prasarana, pemerintah berikhtiar bukan hanya menjaga kesinambungan tradisi, tetapi juga menyiapkan generasi yang mampu meneguhkan jati diri Aceh sekaligus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.
Program Beut Kitab bak Sikula merupakan salah satu inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan peserta didik.
Melalui integrasi pembelajaran kitab turats (kitab kuning) ke dalam sekolah formal, program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak mulia, serta memperkuat literasi keagamaan sejak usia dini.
Agar pelaksanaan berjalan efektif, dilakukan penyeragaman proses pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
Standarisasi ini mencakup kesesuaian kurikulum, pemilihan kitab rujukan, metode pengajaran, alokasi waktu, hingga kompetensi pendidik. Dengan demikian, setiap sekolah memiliki pijakan yang sama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.
Pada tahap awal tahun 2025, program Beut Kitab bak Sikula telah diterapkan di 46 sekolah. Tahun 2026, program ini akan diperluas ke seluruh sekolah di Aceh Besar. Untuk mendukung keberhasilan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar merekrut 450 guru dayah yang akan menjadi penggerak utama pembelajaran.
Di sektor pendidikan dayah, kepemimpinan Syech Muharram pada tahun pertama juga menghadirkan terobosan melalui program Pemberdayaan Ekonomi Dayah dan Penguatan Sarana Prasarana.
Upaya ini bertujuan memperkuat kemandirian lembaga pendidikan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar.
Kini, sejumlah dayah di Aceh Besar mulai mengembangkan unit usaha produktif, seperti koperasi santri, pertanian terpadu, peternakan, usaha percetakan, hingga pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan.
Program ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan bagi lembaga, tetapi juga berfungsi sebagai media pembelajaran praktik ekonomi bagi para santri. Dengan demikian, pendidikan dayah tidak hanya melahirkan generasi berakhlak mulia, tetapi juga generasi yang siap menghadapi tantangan ekonomi dan sosial masyarakat modern.(*)
Baca juga: Menjaga Nadi Tradisi, Pemkab Aceh Besar Perkuat Petani dan Nelayan
Baca juga: PUPR Tuntaskan Program Strategis 2025
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muharram-130226-a.jpg)