Senin, 11 Mei 2026

Berita Gayo Lues

PKM Berdampak, Mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues Bantu Petani Bangun Demplot Tanaman Cepat Panen

Kegiatan ini berupa pembuatan demplot tanaman cepat panen sebagai upaya mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana di Desa Tetingi

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/EDI LABER
PKM - Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Berdampak. Kegiatan ini berupa pembuatan demplot tanaman cepat panen sebagai upaya mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana di Desa Tetingi, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Jumat (13/2/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues melaksanakan PKM Berdampak dengan membuat demplot tanaman cepat panen di Desa Tetingi, Blangkejeren, sebagai dukungan pemulihan pertanian pascabencana.
  • Demplot menjadi lahan percontohan budidaya mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, penanaman hingga pemeliharaan tanaman sayuran cepat panen seperti kangkung, sawi, dan bayam.
  • Program melibatkan kelompok tani dan masyarakat, bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, produktivitas lahan dan mendorong kemandirian.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Laber | Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Berdampak. 

Kegiatan ini berupa pembuatan demplot tanaman cepat panen sebagai upaya mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana di Desa Tetingi, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan respons atas kondisi lahan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu. 

Melalui pendekatan pemberdayaan, mahasiswa turun langsung mendampingi petani dalam penerapan teknologi budidaya tanaman cepat panen yang adaptif dan ramah lingkungan.

Koordinator tim mahasiswa menjelaskan, demplot yang dibangun berfungsi sebagai lahan percontohan untuk menampilkan praktik budidaya yang efektif, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih unggul, proses penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.

Adapun jenis tanaman yang dikembangkan meliputi sayuran cepat panen seperti kangkung, sawi, dan bayam, yang dinilai mampu memberikan hasil dalam waktu relatif singkat sehingga membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga masyarakat.

Baca juga: 5 Jus Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Nomor 4 Paling Direkomendasikan untuk Hipertensi

“Program ini bertujuan membantu petani memulihkan produktivitas lahan sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan keluarga. 

Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran langsung bagi masyarakat dalam menerapkan teknik budidaya yang sederhana, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat yang berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan pelaksanaan. 

Sinergi antara mahasiswa dan petani diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan pascabencana serta mendorong kemandirian ekonomi desa.

Program PKM Berdampak ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Khususnya pada aspek ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. 

Baca juga: 50 Ucapan Selamat Ramadhan 2026 Bahasa Inggris & Artinya, Penuh Doa Harapan, Ide Caption & Status

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain dengan kondisi permasalahan yang sejenis di Kabupaten Gayo Lues. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved