Berita Aceh Utara
Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Perketat Pengawasan Ternak Jelang Meugang
Jelang meugang, Pemkab Aceh Utara melalui Disbunnak & Keswan memperketat pengawasan hewan ternak untuk memastikan daging aman dan bebas penyakit
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Menjelang tradisi Meugang di Aceh Utara, Pemkab melalui Disbunnak dan Keswan memperketat pengawasan hewan ternak untuk memastikan daging aman dan bebas penyakit.
- Petugas melakukan pemeriksaan ante mortem sebelum pemotongan dan post mortem setelah penyembelihan guna mendeteksi penyakit berbahaya.
- Masyarakat diimbau membeli daging dari lokasi resmi agar terjamin prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dan terhindar dari risiko zoonosis.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Menjelang tradisi meugang di Aceh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara melalui Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) memperketat pengawasan terhadap hewan ternak.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging yang beredar di masyarakat aman, sehat, dan bebas dari penyakit menular.
Meugang, tradisi khas Aceh menjelang Ramadhan dan hari besar Islam lainnya, selalu identik dengan meningkatnya permintaan daging sapi.
Kondisi ini membuat volume pemotongan hewan melonjak tajam, sehingga pengawasan kesehatan ternak menjadi krusial.
Petugas Puskeswan diturunkan untuk memantau sapi yang akan dipotong.
Mereka mendata asal ternak dari pemilik atau pedagang, sekaligus memeriksa riwayat kesehatan hewan sebelum masuk ke lokasi pemotongan.
Sekretaris Disbunnak dan Keswan Aceh Utara, drh Muzakir menjelaskan, bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ante mortem (sebelum pemotongan) hingga post mortem (setelah penyembelihan).
Baca juga: Korban Banjir Aceh Dapat 1.455 Sapi Meugang, Bupati Tunggu Juknis dari Pusat
- Ante mortem: pemeriksaan fisik untuk memastikan sapi sehat, tidak menunjukkan gejala penyakit menular, dan bukan betina produktif.
- Post mortem: pemeriksaan organ dalam serta kualitas daging untuk mendeteksi penyakit berbahaya seperti brucellosis, hepatitis, dan fasciolosis.
Daging sehat ditandai dengan warna merah cerah, tekstur kenyal, aroma segar, serta permukaan kering tanpa lendir.
Jika ditemukan kelainan, bagian tersebut akan diafkir sesuai prosedur kesehatan hewan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara mengimbau pedagang dan masyarakat agar melakukan pemotongan di lokasi resmi yang diawasi dokter hewan.
Hal ini penting untuk mencegah peredaran daging yang berisiko menularkan penyakit zoonosis (penyakit dari hewan ke manusia).
“Pemeriksaan ante mortem sangat penting untuk mendeteksi dini kemungkinan penyakit pada ternak sebelum dipotong,” katanya.
“Ini bagian dari upaya pencegahan agar daging yang beredar benar-benar aman,” ujar drh Muzakir, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Serahkan Sapi Meugang, Tito Karnavian Janji Jalani Puasa Pertama di Tenda Pengungsian Aceh Tamiang
meugang
Ternak Meugang
tradisi meugang
Disbunnak dan Keswan Aceh Utara
Aceh Utara
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Puluhan Personel Polres Aceh Utara Kaget Tiba-tiba Dites Urine Mendadak, Begini Hasilnya |
|
|---|
| 396 KK Penyintas Banjir di Aceh Utara Terima Bantuan Rehab Rumah |
|
|---|
| Jadup untuk Korban Banjir di Dewantara Aceh Utara belum Cair, Publik Resah |
|
|---|
| Tujuh Guru Besar Baru Unimal Dikukuhkan, Perkuat Riset dan Kontribusi |
|
|---|
| Polres Aceh Utara Tes Urine Personel Secara Acak, Ini Hasil Temuannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petugas-kesehatan-memeriksa-kesehatan-sapi-meugang-di-Rantaupauh-Aceh-Tamiang-Sabtu-932024.jpg)