Berita Banda Aceh
UIN Ar-Raniry Targetkan 500 Besar Asia 2029, Perkuat Kemandirian Bisnis BLU
UIN Ar-Raniry Banda Aceh menargetkan masuk 500 besar universitas Asia pada 2029 seiring penguatan kemandirian bisnis berbasis BLU
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Strategi ditempuh melalui optimalisasi aset dan pengembangan unit usaha berbasis profesionalisme serta manajemen risiko.
Sejumlah program prioritas disiapkan, antara lain penguatan klinik utama dan layanan kesehatan terpadu, pengembangan Ar-Raniry Store dan lini produk komersial, revitalisasi asrama mahasiswa berbasis layanan bisnis, pembentukan pusat pelatihan dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pengembangan lab school dan rencana rumah sakit pendidikan, serta transformasi digital sistem bisnis dan pemasaran.
Kepala Pusat Pengembangan Bisnis UIN Ar-Raniry, Hendra Syahputra, menyatakan diversifikasi pendapatan menjadi kunci ketahanan institusi di tengah dinamika pembiayaan pendidikan tinggi.
“Aset yang kita miliki tidak boleh pasif. Harus dikelola produktif, akuntabel, dan terintegrasi dengan visi akademik,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan kemandirian tidak hanya menyasar aspek finansial, tetapi juga tata kelola, sistem digital, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendekatan business continuity management.
Baca juga: Raih Skor 88.160 Poin, Tax Center UIN Ar-Raniry Tembus 10 Besar Nasional
Di sisi lain, agenda akselerasi rekognisi global dikawal melalui penguatan regulasi internasionalisasi, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, pengembangan kelas internasional, serta penguatan posisi dalam pemeringkatan global seperti QS dan Times Higher Education (THE).
Adapun fokus pengembangan internasionalisasi universitas meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan reputasi dan pemeringkatan global, perluasan mobilitas serta kerja sama internasional, serta perolehan akreditasi dan sertifikasi berstandar internasional.
Internasionalisasi harus diwujudkan
Ketua Tim Pengembangan Internasionalisasi, Saiful Akmal, menegaskan internasionalisasi harus diwujudkan dalam kolaborasi konkret.
“MoU harus ditindaklanjuti dengan kolaborasi riset, publikasi bersama, pertukaran mahasiswa, dan penguatan reputasi akademik,” ujarnya.
Saat ini, UIN Ar-Raniry telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Yordania, Turki, Jerman, Arab Saudi, Taiwan, Uni Emirat Arab hingga Amerika Serikat.
Ia mencontohkan, dalam tiga tahun terakhir UIN Ar-Raniry aktif mengembangkan berbagai program bersama Mohamed Bin Zayed University for Humanities (MBZUH) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Perpanjang MoU dengan UNISSA, Buka Akses Riset dan Mobilitas Mahasiswa ke Brunei
Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan program Ramadan yang mengintegrasikan tradisi lokal seperti meugang dan iftar Ramadan, pemberian baju lebaran untuk mahasiswa miskin serta pemotongan dan pembagian qurban.
Selain itu revitalisasi lembaga bahasa UIN Ar-Raniry dan program pengajaran bahasa Arab bersama penutur asli dari UEA, serta pengiriman dan fasilitasi dosen tamu dalam kajian keislaman di Banda Aceh. Seperti menjadi Imam shalat terawih dan ceramah ramadhan langsung dari tim UEA.
Raker 2026 ditutup dengan penandatanganan komitmen implementasi RIP, Renstra 2025–2029, serta roadmap kemandirian bisnis sebagai pijakan transformasi menuju World Class Islamic University 2029.(*)
| Nakes Aceh Disuntik Vaksin Campak, RSUD ZA Jadi Titik Awal Gerakan Perlindungan |
|
|---|
| Nakes di Aceh Mulai Disuntik Imunisasi Campak, 15 Ribu Tenaga Kesehatan dan Dokter Jadi Sasaran |
|
|---|
| Harga Gas Elpiji Nonsubsidi Naik Drastis |
|
|---|
| MAN 1 Banda Aceh Kembali Juara Umum Olimpiade POSI 2026, Borong 55 Medali |
|
|---|
| Pansus DPRK Tinjau Aset yang akan Dihibah Dari Pemko ke Perumda Tirta Daroy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pascasarjana-UIN-Ar-Raniry-2.jpg)