Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Barat

WTP Beureugang Kembali Beroperasi, Pemkab Aceh Barat Targetkan Pemulihan Layanan Air Bersih

Pemkab Aceh Barat kembali mengoperasikan WTP Beureugang untuk memulihkan layanan air bersih yang sempat terhenti akibat masalah keuangan.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
WTP BEUREUGANG BEROPERASI - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP bersama Wakil Bupati dan jajarannya meninjau langsung operasional Water Treatment Plant (WTP) Beureugang milik Perumdam Tirta Meulaboh di Kecamatan Kaway XVI, Sabtu (14/2/2026), saat launching kembali operasional WTP tersebut. Foto/Dok Kominsa 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Aceh Barat kembali mengoperasikan Water Treatment Plant (WTP) Beureugang untuk memulihkan layanan air bersih yang sempat terhenti akibat masalah keuangan dan infrastruktur.
  • Bupati Tarmizi menegaskan pengaktifan kembali PDAM menjadi prioritas kerja, dengan dukungan investor seperti Moya yang tengah menjajaki kerja sama.
  • Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan distribusi air bersih ke lima kecamatan secara bertahap dan berkesinambungan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengoperasikan kembali Water Treatment Plant (WTP) Beureugang milik Perumdam Tirta Meulaboh di Kecamatan Kaway XVI, Sabtu (14/2/2026). 

Pengoperasian fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemulihan layanan air bersih yang sempat terhenti akibat persoalan keuangan dan infrastruktur.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh Barat sebelumnya berada dalam kondisi tidak aktif. 

Permasalahan yang dihadapi mencakup beban hutang yang menumpuk serta jaringan pipa yang mengalami banyak kebocoran.

Sehingga operasional instalasi pengolahan air tidak memungkinkan untuk dijalankan.

Menurutnya, isu layanan air bersih menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat,

Baca juga: Bantuan Relawan Berkurang, Sejumlah Kampung Krisis Air Bersih dan MCK

terutama di Kecamatan Johan Pahlawan selama masa kampanye Pilkada lalu. 

Setelah terpilih, ia menempatkan pemulihan operasional PDAM sebagai prioritas kerja pada awal masa kepemimpinannya.

“Langkah pertama yang kami pastikan adalah PDAM harus aktif kembali dan berjalan sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Dalam enam bulan pertama pasca pelantikan, pemerintah daerah bersama jajaran terkait memfokuskan upaya pembenahan manajemen serta penjajakan kerja sama investasi untuk memperkuat keberlanjutan layanan. 

Proses tersebut membuahkan hasil dengan adanya minat dari Moya, perusahaan yang disebut sebagai salah satu investor air terbesar di Indonesia dengan pengalaman pengelolaan di Jakarta dan Jawa Barat.

Tarmizi menyebutkan, pihak investor telah melakukan survei awal menggunakan dana internal perusahaan yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 miliar. 

Baca juga: PDAM Rusak, Warga Alue Kuta Kesulitan Air Bersih, Andalkan Bantuan Air Bersih PMI

Saat ini, proses penjajakan kerja sama masih berlangsung. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved