Kemitraan
Pernah Digagas 2009, Pimpinan DPRK Banda Aceh Minta Kemitraan Basajan Perlu Dihidupkan Kembali
Pada 2009 silam, deklarasi Basajan (Banda Aceh–Sabang–Aceh Besar) diminta agar dihidupkan kembali sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Sebelumnya, deklarasi ini ditandatangani oleh tiga kepala daerah yang terdiri atas Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal, dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud.
- Deklarasi Basajan ini bertujuan melakukan kesepakatan kerja sama regional dalam bidang pariwisata, peningkatan sumber daya manusia, dan infrastruktur.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pada 2009 silam, deklarasi Basajan (Banda Aceh–Sabang–Aceh Besar) diminta agar dihidupkan kembali sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tiga daerah dan pengembangan industri pariwisata.
Permintaan ini disuarakan oleh Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad dengan mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk kembali menginisiasi serta memperkuat kemitraan regional Basajan.
Sebelumnya, deklarasi ini ditandatangani oleh tiga kepala daerah yang terdiri atas Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal, dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud.
Deklarasi Basajan ini bertujuan melakukan kesepakatan kerja sama regional dalam bidang pariwisata, peningkatan sumber daya manusia, dan infrastruktur.
Baca juga: BASAJAN Perkuat Sinergi Majukan Pariwisata
Menurut Musriadi, kemitraan Basajan memiliki nilai historis dan strategis yang sangat penting bagi kemajuan ketiga daerah, khususnya dalam sektor pariwisata, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Pemko Banda Aceh perlu menghidupkan kembali dan memperkuat kemitraan Basajan yang pernah menjadi role model kerja sama antar daerah. Kolaborasi ini sangat relevan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing pariwisata Banda Aceh dan sekitarnya,” ujar Musriadi.
Ia mengingatkan bahwa Basajan lahir dari kesamaan visi tiga kepala daerah, yakni Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin, Wali Kota Sabang Munawarliza Zainal, dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud. Kerja sama ini dideklarasikan di Banda Aceh pada Juni 2008, bertepatan dengan peringatan HUT ke-803 Kota Banda Aceh.
Kerja sama regional ini dibangun atas kesadaran bersama bahwa dengan memadukan potensi masing-masing daerah, hasil pembangunan akan lebih optimal dibandingkan berjalan sendiri-sendiri.
“Basajan didasarkan pada keinginan untuk memajukan daerah secara kolektif. Dengan memadukan potensi Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan dan budaya, Sabang sebagai destinasi wisata bahari, serta Aceh Besar dengan kekuatan alam dan sumber daya manusianya, maka akan terbentuk satu kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang kuat,” jelasnya.
Menurut politisi PAN ini, penguatan kembali Basajan harus disesuaikan dengan tantangan zaman, terutama dalam pengembangan industri pariwisata modern, ekonomi kreatif, dan UMKM.
Ia menilai, sinergi lintas daerah sangat diperlukan untuk menarik investor, meningkatkan promosi wisata, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada integrasi program, promosi bersama, dan konektivitas infrastruktur antar wilayah Basajan agar wisatawan yang datang ke Aceh dapat menikmati satu paket destinasi yang lengkap,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam merumuskan kembali regulasi dan program konkret untuk mengaktifkan kerjasama tersebut secara berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Basajan-74jrjr.jpg)