Advetorial
Sukses Benahi Sektor Pendidikan dengan Langkah Nyata
Pemerintah Aceh melakukan penataan menyeluruh yang tidak hanya menyentuh aspek kepemimpinan sekolah, tetapi juga akses dan tata kelola
SERAMBINEWS.COM - Di sektor pendidikan, Pemerintah Aceh melakukan penataan menyeluruh yang tidak hanya menyentuh aspek kepemimpinan sekolah, tetapi juga akses, mutu, dan tata kelola. Pada Mei 2025, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.8/5936 Tahun 2025 tentang pengendalian aktivitas murid di malam hari.
Edaran ini dikeluarkan sebagai bentuk perhatian serius Pemerintah Aceh untuk mencegah kenakalan remaja yang sering terjadi pada larut malam sekaligus meningkatkan kualitas akademik, vokasi, dan pembentukan karakter murid.
Pada 25 Desember 2025, Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 93.201 siswa yatim/piatu penerima bantuan reguler dan 216 siswa penerima bantuan prestasi, yang seluruhnya ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Aceh.
Program ini bertujuan menjamin keberlanjutan akses pendidikan sekaligus meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Pada 31 Desember 2025, Dinas Pendidikan Aceh menerbitkan 148 pertimbangan teknis izin pendirian dan perpanjangan izin operasional satuan pendidikan negeri dan swasta.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen memastikan setiap satuan pendidikan memenuhi standar yang berlaku, sekaligus memperkuat tata kelola perizinan yang transparan dan akuntabel demi pemerataan layanan pendidikan.
Penguatan kurikulum juga dilakukan melalui peluncuran Buku Muatan Lokal pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal Aceh sebagai bahan ajar pendukung bagi para pendidik.
Memasuki awal tahun 2026, pada 9 Januari, Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan Try Out Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)-UTBK bagi siswa SMA/SMK/MA se-Aceh.
Kegiatan ini dirancang menyerupai sistem UTBK sesungguhnya, meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.
Try out ini memberikan pengalaman simulasi ujian berbasis komputer sekaligus pemetaan kemampuan akademik sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran.
Momentum penting lainnya adalah pelantikan 201 Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Aceh pada 26 Januari 2026. Pelantikan ini mengakhiri kekosongan kepemimpinan di 236 satuan pendidikan sejak 2022 yang sebelumnya dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).
Langkah tersebut memberikan kepastian pimpinan dan stabilitas sekolah, memperkuat akuntabilitas satuan pendidikan, meningkatkan motivasi guru dan tenaga kependidikan, mempercepat implementasi program prioritas pembangunan daerah dan nasional, meneguhkan komitmen pembinaan karakter pelajar Aceh, serta menjadi momentum reformasi manajemen pendidikan berbasis regulasi.
Selanjutnya, pada 5 Februari 2026, diterbitkan Surat Edaran tentang Pembatasan Penggunaan Gawai/Handphone pada SMA, SMK, dan SLB guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, meningkatkan fokus dan kedisiplinan peserta didik, serta mendukung pembelajaran yang efektif dan berkarakter.
Serangkaian penghargaan juga diberikan atas kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, antara lain pejabat inspiratif, pimpinan daerah terbaik bidang komunikasi dan keterbukaan informasi, serta peringkat dua nasional dalam penganggaran perumahan layak huni.
Setahun berjalan, wajah pemerintahan Aceh memperlihatkan kombinasi yang seimbang antara penguatan syariat, pembenahan birokrasi, ketangguhan menghadapi krisis, serta investasi serius di sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan Aceh yang berkelanjutan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemerintahaceh4.jpg)