Berita Aceh Tamiang
Disnak Aceh Kerahkan Tim Pengawasan Pemotongan Hewan Meugang ke Langsa dan Aceh Tamiang
Dinas Peternakan Aceh mengerahkan tim pengawasan pemotongan hewan meugang ke Langsa dan Aceh Tamiang untuk memastikan hewan sehat.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Dinas Peternakan Aceh mengerahkan tim pengawasan pemotongan hewan meugang ke Langsa dan Aceh Tamiang untuk memastikan hewan sehat.
- Tiga dokter hewan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna menjamin daging aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
- Pengawasan juga dilakukan di pasar dan titik penjualan daging, sementara puncak meugang di Aceh Tamiang membagikan daging kepada 16.310 keluarga.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tim pengawasan pemotongan hewan untuk meugang puasa Ramadhan 1447 Hijriah, dikerahkan ke Langsa dan Aceh Tamiang.
Kehadiran tim ini untuk memastikan kondisi hewan yang disembelih dalam kondisi sehat.
Tim bentukan Plt Kadis Peternakan Aceh ini berisikan tiga dokter hewan, yakni drh Agus Nurza Z, drh Khairul Rizal, dan drh Zikra Rizfiani.
Agus Nurza menerangkan, bahwa pengawasan pemotongan hewan bertujuan untuk menjamin bahwa proses penyembelihan dan penanganan daging berlangsung aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Seiring dengan pengawasan itu, pihaknya juga ingin memastikan kondisi daging tidak membahayakan kesehatan masyarakat maupun hewan.
"Selain halal, proses pemotongan harus bersih, aman, sehat, utuh dan juga harus aman ketika dikonsumsi," kata Agus, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Pemkab Abdya Tetapkan Lokasi Penyembelihan Hewan Meugang, Harga Daging Tembus Rp 200 Ribu Per Kg
Agus menambahkan, selama menjalankan tugasnya di Langsa dan Aceh Tamiang, pihaknya selalu berkoordinasi dan didampingi Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang.
Dijelaskannya pula, metode pemeriksaan dilakukan merupakan ante mortem yang dilalukan di Kampung Sukamulia, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.
Selanjutnya, dilakukan pengawasan post mortem secara terpisah di sebelah Kantor Camat Karangbaru, Aceh Tamiang.
Pemeriksaan post mortem ini isaksikan langsung Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail.
"Di samping itu kita juga melalukan pengawasan daging meugang di Pasar Pagi Kualasimpang dan beberapa titik tempat penjualan daging. Tujuannya sama, yaitu untuk menjamin terpenuhinya unsur ASUH," ucapnya.
Diketahui puncak meugang di Aceh Tamiang terjadi pada Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Hindari PMK, Hewan Meugang dan Kurban di Lhokseumawe Mulai Diperiksa
Dari pencatatan, daging yang terkumpul telah dibagikan kepada 16.310 keluarga.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penimbangan sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI, Prabowo Subianto.(*)
Dinas Peternakan
Dinas Peternakan Aceh
hewan meugang
penyembelihan hewan meugang
pengawasan pemotongan hewan meugang
Langsa
Aceh Tamiang
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Suhu Terik dan Berdebu, Masyarakat Aceh Tamiang Dianjurkan Pakai Masker |
|
|---|
| Objek Wisata Aceh Tamiang Hancur Diterjang Banjir, Ekonomi Masyarakat Terpuruk |
|
|---|
| Begini Modus Lima Pelaku Curi Minyak Pertamina EP Rantau, Gagal Gegara Kepergok Warga |
|
|---|
| Pascabanjir, Pengelolaan Dana Desa di Kualasimpang Difokuskan untuk Pemulihan |
|
|---|
| Pencurian Minyak Pertamina EP Rantau Gagal, 5 Pelaku Diringkus Bersama Ratusan Liter Minyak Mentah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengawasan-pemotongan-hewan-meugang-di-Atam.jpg)