Berita Aceh Tamiang
Objek Wisata Aceh Tamiang Hancur Diterjang Banjir, Ekonomi Masyarakat Terpuruk
Sektor pariwisata Aceh Tamiang masih dalam kondisi rusak parah akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Objek wisata Gunung Pandan rusak parah akibat banjir bandang 2025 sehingga kunjungan wisata dan pendapatan masyarakat menurun drastis.Kerusakan meliputi fasilitas umum dan abrasi sungai yang membuat area pemandian kering dan keruh.Pemda telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat agar pemulihan wisata dan ekonomi masyarakat segera dilakukan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sektor pariwisata Aceh Tamiang masih dalam kondisi rusak parah akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
Kerusakan ini berdampak langsung terhadap anjloknya perekonomian masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari wisatawan.
“Pariwisata kita banyak yang terkena dampak banjir, salah satunya Gunung Pandan,” kata Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Aceh Tamiang, Rabu (29/4/2026).
Gunung Pandan merupakan objek wisata pemandian alam yang berada di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang.
Dalam lima tahun terakhir, objek wisata ini menjelma menjadi primadona yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara.
Baca juga: Tergerus Banjir, Kerusakan 2 Jembatan di Tenggulun Aceh Tamiang Semakin Parah, Mobil tak Bisa Lewat
Farij menjelaskan kerusakan ini meliputi banyak jenis, mulai dari fasilitas umum hingga tebing sungai longsor.
Abrasi ini menyebabkan aliran sungai tidak normal, sehingga beberapa titik objek pemandian menjadi kering dan keruh.
Dipastikannya kerusakan ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Data kerusakan sudah diajukan ke pemerintah pusat dengan harapan bisa segera ditindaklanjuti.
“Pak bupati sudah menyurati pemerintah pusat, harapan kita segera direspon supaya ekonomi masyarakat bisa hidup kembali,” kata Farij.
Terpisah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Pandan, Rizan mengakui angka kunjungan mengalami penurunan sangat drastis.
Baca juga: Mahasiswa Asal Aceh Tamiang Raih Juara Policy Brief Nasional, Tawarkan Solusi Akhiri Banjir Tahunan
Anjloknya angka kunjungan ini terlihat dari retribusi yang hanya berkisar Rp400 ribu pada akhir pekan.
“Biasanya bisa dua jutaan rupiah, kalau sekarang cari empat ratus ribu susah,” ungkapnya.
Sektor ekonomi kreatif
Pokdarwis sendiri sudah berjuang memulihkan kondisi ini dengan meminjam alat berat milik perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Baca juga: UPDATE Harga Emas di Aceh 29 April 2026: Banda Aceh Turun ke Rp7 Jutaan, Langsa Kokoh di Rp8 Juta
Namun kebijakan ini belum maksimal karena keterbatasan waktu.
“Namanya meminjam, ya cuma bisa satu hari. Sementara yang harus ditimbun lima hectare,” kata dia.
Rizan berharap pemerintah pusat membantu persoalan ini agar sektor ekonomi kreatif di daerah ini bisa pulih.
Bila tidak ada penanganan serius, dia khawatir angka kemiskinan di Tenggulun meningkat. (mad)
Baca juga: TMMD Kodim Aceh Tamiang Akhiri Jalur Maut di Sukamakmur dan Balingkarang
| Begini Modus Lima Pelaku Curi Minyak Pertamina EP Rantau, Gagal Gegara Kepergok Warga |
|
|---|
| Pascabanjir, Pengelolaan Dana Desa di Kualasimpang Difokuskan untuk Pemulihan |
|
|---|
| Pencurian Minyak Pertamina EP Rantau Gagal, 5 Pelaku Diringkus Bersama Ratusan Liter Minyak Mentah |
|
|---|
| Pascabanjir Bandang, RSUD Muda Sedia Perlahan Tingkatkan Kapasitas Rawat Inap |
|
|---|
| Pembuangan Limbah Medis B3 RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Ditangani Rekanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Objek-Wisata-Aceh-Tamiang-Hancur-Diterjang-Banjir-Ekonomi-Masyarakat-Terpuruk.jpg)