Senin, 20 April 2026

Aceh Utara

Selama Sebulan, Mahasiswa KKN Unimal Jadi Relawan Bantu Pemulihan Pascabanjir di Baktiya

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal)  menjadi relawan membantu proses pemulihan fasilitas umum dan...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/Dok Mahasiswa 
RELAWAN - Mahasiswa KKN Unimal menjadi relawan membantu proses pemulihan fasilitas umum dan lingkungan pascabanjir di Desa Alue Anoe Barat, Kecamatan Baktiya, dari 18 Januari sampai 16 Februari 2026. 

 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa KKN Unimal jadi relawan bantu pemulihan fasilitas umum dan lingkungan pascabanjir di Desa Alue Anoe Barat, Aceh Utara
  • Mereka bersihkan masjid, sekolah, saluran air, kantor geuchik, dan TPU. "Kami hadir bantu pemulihan bersama masyarakat," kata Aidil Firmansyah, Koordinator KKN Relawan. 
  • Kegiatan ini wujud kepedulian dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat terdampak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal)  menjadi relawan membantu proses pemulihan fasilitas umum dan lingkungan pascabanjir di Desa Alue Anoe Barat, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan yang dimulai sejak 18 Januari 2026 itu ditutup dengan pemulihan halaman gudang pupuk BUMG Alue Anoe Barat pada Senin (16/2/2026).

Sebanyak 21 relawan terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 20 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan satu mahasiswa Program Studi Manajemen.

Koordinator KKN Relawan, Aidil Firmansyah dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Selasa (17/2/2026), mengatakan program pengabdian difokuskan pada pemulihan sarana ibadah, pendidikan, lingkungan, serta fasilitas pelayanan desa yang terdampak lumpur dan sisa material banjir.

Salah satu kegiatan utama adalah pembersihan dan penataan kembali halaman Masjid Alue Anoe Barat agar dapat difungsikan sebagai area parkir jamaah.

Selain itu, mahasiswa juga membersihkan peralatan meunasah dan perlengkapan mengaji yang sebelumnya tertutup lumpur, sehingga aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Di sektor pendidikan, para relawan melakukan pembersihan Taman Kanak-Kanak (TK) setempat yang sempat dipenuhi lumpur.

“Area sekolah dibersihkan agar anak-anak dapat kembali belajar dan bermain dalam lingkungan yang bersih, sehat, dan aman,” ujar Aidil.

Upaya pemulihan turut menyasar saluran air desa yang tersumbat lumpur dan sampah. Pembersihan drainase dilakukan untuk mencegah genangan dan meminimalisir risiko banjir susulan, sekaligus meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan masyarakat.

Mahasiswa KKN juga membantu membersihkan kantor geuchik agar kembali layak digunakan sebagai pusat pelayanan administrasi dan aktivitas pemerintahan gampong.

Sementara itu, gotong royong bersama warga difokuskan pada pembersihan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Alue Anoe Barat yang sebelumnya dipenuhi lumpur, semak, dan material sisa banjir.

Kegiatan terakhir mereka difokuskan pada pemulihan halaman gudang pupuk BUMG Alue Anoe Barat yang sebelumnya sulit diakses akibat kondisi tanah berlumpur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved