Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Timur

Cerita Usman Korban Banjir Aceh Timur Sambut Puasa dalam Serba Keterbatasan

Usman, warga Desa Ujung Karang, Aceh Timur, kehilangan rumah, lahan, dan harta benda akibat banjir besar menjelang Ramadhan.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Maulidi Alfata
KISAH KORBAN BANJIR - Korban banjir di Aceh Timur, Usman warga Desa Ujung Karang Dusun Tembolon, Kecamatan Sebajadi, sedang menunjukkan lokasi rumahnya yang kini menjadi sungai usai diterjang banjir, Selasa (17/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Usman, warga Desa Ujung Karang, Aceh Timur, kehilangan rumah, lahan, dan harta benda akibat banjir besar menjelang Ramadhan.
  • Ia bersama keluarga kini hidup dalam keterbatasan di pengungsian, hanya bisa bersyukur dapat menjalani ibadah puasa.
  • Warga desa lainnya juga menghadapi trauma dan kesulitan serupa, berusaha bangkit meski masih diliputi ketakutan setiap hujan turun.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana di Ujung Karang tak lagi harum oleh aroma rempah masakan meugang.

Yang tercium kini hanya aroma tanah basah dan sisa-sisa kayu yang lapuk.

Begitulah yang dirasakan Usman, warga Desa Ujung Karang, Dusun Tembolon, Kecamatan Sebajadi, Aceh Timur.

Ia menjadi korban banjir Aceh Timur yang kehilangan semua harta bendanya. 

Rumahnya lenyap terbawa arus, lahan pertaniannya rusak, hingga sepeda motornya masih tertanam lumpur dan tidak bisa digunakan lagi.  

Usman berdiri tegap di reruntuhan rumahnya sambil menunjukkan pondasi rumah yang ia tempati dulunya bersama kelima anaknya.

Baca juga: Pemkab Pijay Buat Nomor Seri untuk Sapi Meugang Korban Banjir, Ini Tujuannya

"Saya tidak bisa cerita, sedih kalau lihat seperti ini. Biasanya Ramadhan kami sudah mempersiapkan banyak hal, mulai dari daging meugang, masakan-masakan untuk menyambut bulan puasa,” ceritanya.

“Tapi sekarang apa yang mau dipersiapkan, bisa menjalani ibadah puasa tahun ini saja sudah sangat bersyukur," tuturnya saat diwawancarai Serambinews.com, Selasa (17/2/2026).

Semarak puasa kali ini tidak dirasakan oleh Usman dan warga Ujung Karang lainnya.

Jika biasanya ia sudah mempersiapkan pakaian untuk ibadah tarawih, mengusahakan tempat ibadah yang layak untuk keluarga, kini itu hanya menjadi bayangan dalam ingatan Usman setelah diterjang banjir.

"Enggak ada apapun, jadi gimana saya bilang ada. Sementara saat ini pekerjaan saja tidak ada, enggak kerja apa yang mau dipersiapkan untuk puasa, syukur bisa makan," kata Usman.

Tak hanya Usman yang merasakan hal seperti ini.

Semua masyarakat Ujung Karang yang menjadi korban banjir akan menjalani ibadah puasa dalam keterbatasan di bawah tenda pengungsian.

Baca juga: Kisah Korban Banjir Terjebak di Plafon Rumah Hingga Anak Menangis Akibat Kelaparan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved