Wali Kota Banda Aceh
Wali Kota Banda Aceh Hadiri Audiensi JKPI dengan Wamendagri RI, Ini yang Dibahas
JKPI juga mendorong terjalinnya hubungan dan kolaborasi yang lebih erat dengan Malaysia terkait warisan budaya songket
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri audiensi JKPI dengan Wamendagri Bima Arya untuk membahas kesiapan Rakernas XII di Ternate dan penguatan kota pusaka.Diskusi mencakup perlindungan cagar budaya, kolaborasi internasional terkait songket, serta pengembangan ekosistem pariwisata berbasis heritage.Illiza menekankan pentingnya regulasi adaptif terhadap bencana dan aglomerasi warisan budaya antar daerah untuk memperkuat jejaring kota pusaka.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri audiensi Pengurus Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya di ruang kerja Wamendagri, Rabu (18/2/2026).
Audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk menyampaikan laporan kesiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI ke-XII yang akan digelar di Kota Ternate pada 24–28 Agustus 2026, sekaligus membahas isu-isu penting terkait penguatan dan perlindungan kota-kota pusaka di Indonesia.
Direktur Eksekutif JKPI, Asfarinal dalam laporannya menyampaikan perkembangan organisasi sekaligus kesiapan pelaksanaan Rakernas di Ternate. Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam merawat dan merevitalisasi kawasan cagar budaya, termasuk yang terdampak bencana.
“Selama ini status cagar budaya sering kali hanya sebatas administratif. Kita perlu penguatan nyata agar warisan ini benar-benar terlindungi dan tangguh terhadap bencana,” ujarnya.
Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, Rutan Banda Aceh Gelar Doa dan Zikir Bersama
Selain itu, JKPI juga mendorong terjalinnya hubungan dan kolaborasi yang lebih erat dengan Malaysia terkait warisan budaya songket, agar dapat diakui sebagai kepemilikan bersama.
Langkah ini dinilai penting mengingat kuatnya tradisi songket di berbagai wilayah Nusantara, termasuk Aceh, yang memiliki kekayaan motif dan nilai historis yang tinggi.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi wujud diplomasi budaya yang mempererat hubungan kedua negara serumpun.
JKPI juga merencanakan kegiatan “Nusaraya Run” yang akan digelar di kawasan-kawasan pusaka sebagai upaya menghidupkan ruang-ruang bersejarah melalui pendekatan kreatif dan partisipatif.
Konsep aglomerasi warisan budaya
Sementara Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman menyampaikan, pihaknya telah melakukan rapat persiapan untuk mematangkan Rakernas dengan tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia.”
Sejumlah agenda strategis telah disiapkan, termasuk penguatan kerja sama antaranggota melalui konsep aglomerasi warisan budaya.
Ia juga menyoroti persoalan kerusakan cagar budaya dan sejumlah aset bersejarah yang masih dikuasai instansi vertikal.
Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelamatkan serta mengoptimalkan aset tersebut.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Pada Malam ke-2 Ramadhan: Dosa Kedua Orangtuanya Diampuni Allah SWT
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan apresiasi atas perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri terhadap penguatan kota-kota pusaka.
Ia menjelaskan bahwa Banda Aceh juga aktif mempromosikan kawasan heritage dan wisata melalui berbagai event, termasuk kegiatan lari maraton di kawasan bersejarah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wali-Kota-Banda-Aceh-Hadiri-Audiensi-JKPI-dengan-Wamendagri-RI-Ini-yang-Dibahas.jpg)