Banjir Landa Aceh
Jalan Krueng Simpo – Blang Mane Peusangan Selatan, Bireuen Putus
Selain itu bagian badan jalan putus juga ikut longsor meluber ke kebun warga sekitarnya.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Ruas jalan aspal hotmix Krueng Simpo – Blang Mane – Keude Peusangan sepanjang 5,5 km yang dibangun tahun 2023 rusak parah akibat banjir bandang akhir November 2025.
- Hingga Kamis (19/2/2026), belum ada perbaikan resmi di titik jalan putus total.
- Ruas jalan ini sebelumnya dibangun untuk membuka akses masyarakat ke perkebunan dan menghubungkan ke jalan nasional Bireuen–Takengon.
- Kini, akibat kerusakan, akses transportasi terganggu dan aktivitas petani kembali sulit.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ruas jalan aspal hotmix mulai dari Krueng Simpo Juli Bireuen tembus ke Blang Mane, Peusangan Selatan, Bireuen tembus ke Keude Peusangan yang dibangun tahun 2023 lalu sudah putus
dihantam banjir bandang akhir November lalu.
Selain badan jalan jalan putus di dua lokasi juga terancam longsor, kendaraan roda dua maupun
roda empat tidak bisa melintas.
Amatan Serambinews.com, Kamis (19/2/2026) ruas jalan dari arah Krueng Simpo ke timur awalnya jalan
aspal hotmix masih bagus, hanya beberapa sisi jalan sudah longsor digerus banjir.
Jalan sepanjang 5,5 Km tersebut berupa tanjakan dan turunan serta pada kiri kanan jalan terdapat pohon sawit dan tanaman palawija lainnya.
Memasuki kawasan Desa Blang Mane, satu badan jalan putus.
Namun, masih bisa dilewati roda empat, roda dua harus bergelut dengan tebalnya lumpur.
Bergerak ke depan lagi, ternyata badan jalan putus total dan jatuh.
Panjang jalan yang putus sekitar 100 meter lebih.
Kurang hati-hati melihat lokasi jatuh, bisa saja terperosok.
Selain itu bagian badan jalan putus juga ikut longsor meluber ke kebun warga sekitarnya.
Baca juga: Warga Keluhkan Balapan Liar di Samalanga, Kapolres Bireuen: Kami Segera Mengambil Tindakan Tegas
Eri (28) seorang warga Blang Mane yang melewati kebun sawit, jalan licin dan tanjakan sebagai jalan alternatif, setelah badan jalan putus mengatakan, kendaraan roda dua sebenarnya tidak bisa lewat jalan
alternatif, jalan tanjakan dan turunan serta licin.
“Bagi kami sudah biasa jalan tikus untuk mencari rumput pakan ternak,” ujarnya.
Disebutkan, badan jalan putus total saat banjir bandang akhir November lalu dan belum terlihat adanya perbaikan.
Sejak jalan putus, kendaraan roda empat maupun sepeda motor jarang melewati jalan tersebut, bagi warga Blang Mane mencari jalan alternatif melalui kebun sawit, ujarnya.
Serambinews.com bersama seorang rekan lainnya melintasi jalan alternatif ke Blang Mane, melintasi jalan tersebut dipandu seorang rekan agar tidak jatuh atau terpeleset ke jurang.
Usai melewati badan jalan putus juga masih terdapat badan jalan ditutupi lumpur yang jatuh dari perbukitan, sebagian sudah dipindahkan warga.
Usai melewati jalan aspal hotmix ke Blang Mane, sambungan jalan tersebut juga sedang dilakukan pengerasan dan pembangunan talud jalan.
Sebagaimana diberitakan, pembangunan ruas jalan aspal hotmix dari Krueng Simpo, Juli Bireuen tembus ke Blang Mane, Peusangan Selatan, Bireuen sepanjang 5,5 Km.
Jalan yang mulai dikerjakan tahun 2023 lalu untuk memudahkan masyarakat dan juga akses ke ruas jalan nasional.
Pembukaan ruas jalan Krueng Simpo – Blang Mane, selain membuka akses di kawasan tersebut ke perkebunan juga membuka akses hubungan atau konekting ke ruas jalan nasional atau ruas jalan Bireuen-Takengon.
Dengan dibangunanya ruas jalan sumber dana inpres kawasan tersebut, semakin berkembang dan maju.
Apalagi banyak petani yang selama ini ke kebun mengalami kewalahan karena kondisi jalan susah dilintasi.
Namun, ruas jalan tersebut putus total dihantam banjir bandang akhir November lalu dan hingga Kamis (19/2/2026) belum terlihat adanya kegiatan perbaikan. (*)
Sungai Krueng Simpo
pembangunan jembatan krueng simpo
Krueng Simpo Juli
akses jalan putus
Akses jalan putus total
jalan putus karena banjir
Bireuen
Serambinews.com
Serambinews
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jalan-Krueng-Simpo-Juli-Bireuen-tembus-Blang-Mane-Peusangan-Selatan-putus.jpg)