Senin, 20 April 2026

Berita Bireuen

Warga Balee Panah Harap Pemerintah Bangun Jembatan Rangka Baja

Menurut keterangan warga, banjir menyebabkan jalan sepanjang 3 kilometer putus, termasuk satu jembatan gantung yang roboh.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
BOAT - Satu unit boat sebagai sarana penyeberangan ke Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Juli, Bireuen, Sabtu (21/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun jembatan rangka baja.
  • Dusun yang terletak di seberang sungai ini menjadi satu-satunya dusun yang terisolir saat banjir melanda beberapa waktu lalu.
  • Saat ini, warga terpaksa menyeberangi setengah bagian sungai dengan berjalan kaki karena sungai yang dangkal membuat perahu kecil atau getek sulit digunakan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun jembatan rangka baja.

Dusun yang terletak di seberang sungai ini menjadi satu-satunya dusun yang terisolir saat banjir melanda beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan warga, banjir menyebabkan jalan sepanjang 3 kilometer putus, termasuk satu jembatan gantung yang roboh.

Saat ini, warga terpaksa menyeberangi setengah bagian sungai dengan berjalan kaki karena sungai yang dangkal membuat perahu kecil atau getek sulit digunakan.

Selain menyeberangi sungai, terdapat jalan alternatif menuju Dusun Alue U, namun hanya dapat dilalui sepeda motor dengan medan yang sangat berat.

Jalur tersebut harus melewati bukit curam dan beberapa anak sungai kecil, sehingga berisiko, terutama saat hujan atau malam hari karena tidak adanya penerangan.

Baca juga: Warga Dusun Alue U Balee Panah Masih Andalkan Boat dan Perahu Getek untuk Penyeberangan

“Kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, perekonomian, hingga akses layanan kesehatan,” kata Keuchik Balee Panah, Muntazar, kepada Serambinews.com, Sabtu (21/2/2026).

Muntazar menambahkan, hampir 30 persen wilayah desanya atau sekitar 500 hektar lebih sudah terdampak sungai.

Dusun Alue U merupakan salah satu dusun yang terisolir.

Sebelum musibah banjir, pembangunan jembatan gantung selalu diusulkan dalam setiap Musrenbang.

Namun, akibat banjir, jembatan tersebut hancur.

“Tahun ini, kondisi jembatan gantung dan jalan sudah tidak ada lagi. Maka, kami sangat berharap pemerintah membangun jembatan rangka baja di kawasan ini agar akses masyarakat lebih aman dan lancar,” ujarnya.

Warga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki akses penyeberangan dan menjamin keselamatan mereka sehari-hari.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved