Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Tangah

Jembatan Kala Ili Rampung, Lima Desa di Linge Aceh Tengah Tak Lagi Terisolasi, Warga: Alhamdulillah

Sebelumnya, kerusakan jembatan akibat banjir dan longsor membuat kendaraan warga tidak dapat keluar masuk desa.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/Iwan Bahagia
MOBIL MELINTASI JEMBATAN - Jembatan Kala Ili, Kemukiman Wihni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah selesai dibuat oleh Yonzipur, Selasa )24/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Setelah hampir empat bulan terisolasi akibat banjir dan longsor, lima desa di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya kembali terhubung.
  • Jembatan Kala Ili yang menjadi akses utama menuju Kemukiman Wihni Dusun Jamat kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
  • Warga Desa Linge, Zainuddin SL, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan darurat tersebut.

 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON — Setelah hampir empat bulan terisolasi akibat banjir dan longsor, lima desa di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya kembali terhubung.

Jembatan Kala Ili yang menjadi akses utama menuju Kemukiman Wihni Dusun Jamat kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Warga Desa Linge, Zainuddin SL, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan darurat tersebut.

“Alhamdulillah, kami sudah bisa melintasi jalan Kala Ili ini setelah hampir empat bulan terisolir, tidak bisa kami lewati dengan kendaraan roda empat,” ujar Zainuddin melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/2/2026).

Jembatan Kala Ili menghubungkan wilayah Kemukiman Wihni Dusun Jamat yang meliputi Desa Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, dan Reje Payung.

Sebelumnya, kerusakan jembatan akibat banjir dan longsor membuat kendaraan warga tidak dapat keluar masuk desa.

Baca juga: Tinjau Jembatan Gantung dan Progres Huntara, Bupati Al-Farlaky Kunjung Simpang Jernih

Selama masa terputusnya akses, warga Desa Linge secara swadaya membuka jalur alternatif menuju empat desa lainnya.

Dengan peralatan sederhana seperti cangkul dan parang, mereka bergotong royong membersihkan dan memperbaiki jalan agar dapat dilalui, setidaknya oleh kendaraan roda dua.

Tak hanya itu, warga juga membangun jembatan rakit darurat untuk membantu mobilitas bantuan, petugas medis, serta distribusi logistik.

Meski penuh risiko, upaya tersebut menjadi solusi sementara bagi masyarakat.

“Semua kami angkut dengan rakit darurat, meski terkadang ada yang jatuh,” kenang Zainuddin yang juga mantan reje (kepala desa) Kampung Linge.

Setelah kondisi jalan berangsur pulih, warga dari lima desa menerapkan sistem piket bergantian guna membantu distribusi barang keluar-masuk wilayah Kala Ili.

Kebersamaan masyarakat Gayo yang memiliki hubungan kekerabatan erat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat tersebut.

Baca juga: VIDEO - Aksi Berbahaya Saat Sopir Truk CPO Sengaja Tabrak Barikade Jembatan Kutablang Bireuen

Selanjutnya, relawan Jagong Jeget membangun jembatan apung darurat sehingga kendaraan roda dua sudah dapat melintas sekitar dua bulan lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved