Kamis, 23 April 2026

Haba Unimal

Guru Besar Asia University Jepang Diskusi Trauma Perdamaian Aceh di Unimal

Kedatangan Prof Masuhara terkait dengan penelitian yang sedang dilakukannya tentang trauma pascaperdamaian Aceh (MoU Helsinki), 2005.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
Dok Unimal
DISKUSI PERDAMAIAN ACEH: Dekan Fisipol Unimal, Teuku Zulkarnaen, PhD menyambut kedatangan Guru Besar Asia University Jepang, Prof Ayako Masuhara di Auditorium Fakultas, Rabu (25/2/2026). 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh menyambut kedatangan guru besar Asia University of Japan, Prof. Ayako Masuhara, Rabu (25/2/2026). 

Kedatangan Prof Masuhara terkait dengan penelitian yang sedang dilakukannya tentang trauma pascaperdamaian Aceh (MoU Helsinki), 2005.

Kedatangan guru besar ilmu politik tersebut disambut Dekan, Teuku Zulkarnaen, PhD dan jajaran dosen di lingkungan Fisipol di Aula pertemuan. 

Pada pertemuan tersebut Teuku Zulkarnaen menyampaikan tentang profil Fisipol Unimal yang menjadi satu-satunya fakultas yang secara khusus mengkaji tentang masalah sosial-humaniora, termasuk melakukan penelitian politik dan perdamaian kawasan. 

Pada pertemuan tersebut terjadi diskusi antara Masuhara dengan para dosen dan mahasiswa terkat beberapa hal seperti isu perdamaian, masalah korban konflik, situasi politik pasca-Jokowi dan lainnya.

Dari hasil diskusi dengan jajaran dosen dan mahasiswa, akhirnya terungkap bahwa tujuan riset yang adalah melakukan pendalaman tentang penyelesaian kasus HAM non-yudisial. 

Penyelesaian kasus ini telah dimulai oleh mantan Presiden Joko Widodo melalui Keppres No. 17 tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Penyelesiaan Non-Yudisial Pelanggaran HAM berat masa lalu. Keberadaan Tim ini sendiri sempat vakum sejak Presiden Prabowa mengambil alih pemerintahan. 

Dalam pertemuan itu, Masuhara menyambut baik gagasan yang telah dilontarkan oleh para dosen dan mahasiswa. Ia berjanji menelaah lebih lanjut masukan yang ada untuk memperkaya penulisan penelitiannya, ujar penulis buku The End of Personal Rule in Indonesia (2015).(*)

Baca juga: LDK Al-Kautsar Unimal Bantu Al-Quran untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

Baca juga: Masuki Usia Dua Minggu Tanam, Demplot Padi HIMAGRI Unimal Mulai Ada Hasil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved