Berita Aceh Utara
36 KK Korban Banjir Tempati Huntara, Memasak Mandiri di Dapur Umum
Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sudah menempati hunian sementara (huntara) sebelum
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 36 KK korban banjir di Desa Simpang Tiga, Aceh Utara, telah menempati huntara sejak 28 Januari 2026, sementara 14 KK lainnya kembali ke rumah usai perbaikan ringan dan sedang.
- Selama Ramadhan, warga di huntara memasak mandiri di dapur umum dan tetap menjalankan ibadah tarawih, dengan dukungan bantuan logistik yang masih tersedia.
- Warga berharap pembangunan hunian tetap (huntap) dapat dipercepat karena huntara hanya bersifat sementara.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sudah menempati hunian sementara (huntara) sebelum Ramadhan.
Mereka adalah korban banjir yang rusak parah rumahnya. Sedangkan 14 KK lagi sudah menempati rumah sendiri setelah diperbaiki karena kerusakan sedang dan ringan.
“Total yang mengungsi sebelumnya 50 kepala keluarga,” ujar Keuchik Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Mahmuddin, kepada Serambinews.com, Rabu (25/2/2026).
Dari jumlah itu, sebanyak 36 KK yang sebelumnya mengungsi di tenda, sejak 28 Januari 2026 sudah menempati huntara yang dibangun Danantara.
“Mereka yang mengungsi di rumah sendiri mendapat bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH). Sedangkan warga yang sudah menempati huntara tidak lagi menerima DTH,” jelasnya.
Memasuki bulan Ramadhan, warga yang menempati huntara tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Sebanyak 34 KK yang kini tinggal di huntara memasak secara mandiri di dapur umum yang telah disediakan.
Baca juga: VIDEO - Suasana Kota Santri Samalanga Menjelang Berbuka Puasa
“Dapur umum tetap ada, tetapi digunakan untuk memasak masing-masing keluarga. Seperti dapur di dayah, bukan masak umum untuk dibagikan,” kata Mahmuddin.
Menurutnya, sebagian warga masih memiliki kompor sendiri, sementara sebagian lainnya mendapat bantuan kompor sehingga bisa memasak secara mandiri untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa.
Selain itu, aktivitas keagamaan selama Ramadhan juga berjalan normal. Warga melaksanakan shalat tarawih berjamaah di tiga lokasi berbeda, yakni meunasah, masjid, dan balai pengajian di kawasan tersebut.
Mahmuddin menambahkan, bantuan logistik kembali diterima dari Kapolri beberapa waktu lalu, sehingga kebutuhan warga selama Ramadhan hingga Idul Fitri dipastikan masih tercukupi.
“Alhamdulillah bantuan sudah datang lagi, jadi untuk Ramadhan dan lebaran masih ada stok. Apalagi kami mendapat informasi dalam waktu dekat akan ada bantuan lagi dari pemerintah,” ujarnya.
Namun, ia mengakui hingga kini belum ada kepastian bantuan lanjutan setelah Lebaran.
Baca juga: Harga Emas di Abdya 25 Februari 2026 Kembali Merosot, Ini Rinciannya
Menurut Mahmuddin, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat.
“Kami dengar informasi pembangunan huntap baru akan dimulai Mei mendatang. Itu masih cukup lama. Karena itu kami sangat berharap agar realisasi huntap bisa dipercepat,” harapnya.
Ia menegaskan, meski warga sudah menempati huntara, kondisi tersebut hanya bersifat sementara.
Masyarakat sangat berharap dapat segera memiliki rumah permanen agar kehidupan mereka kembali normal sepenuhnya. (*)
| Tiga Posisi Strategis Pejabat Lapas Lhoksukon Aceh Utara Diserahterimakan |
|
|---|
| Tim Propam Polda Aceh Periksa Senjata Api di Polres Aceh Utara, Perketat Pengawasan Internal |
|
|---|
| Antisipasi Cuaca Ekstrim El Nino, Polsek Meurah Mulia Sebarkan Imbauan ke Warga |
|
|---|
| Janda Muda Pengguna Sabu Divonis 1 Tahun Penjara, Terdakwa Pria Lebih Berat, Tiga Masih DPO |
|
|---|
| 513 CJH Aceh Utara Jalani Peusijuek Penuh Haru, Siap Berangkat dalam Tiga Kloter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Huntara-25022026.jpg)