Kamis, 16 April 2026

Banda Aceh

IGI Aceh Audiensi dengan Kadisdik, Minta Rekrutmen Kepsek Berbasis Kompetensi

Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh...

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
AUDIENSI - Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin MSP menerima kunjungan audiensi Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2026) siang. 

 

Ringkasan Berita:
  • IGI Provinsi Aceh melakukan audiensi dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, membahas proses rekrutmen dan pengangkatan kepala SMA, SMK, dan SLB di Aceh.
  • IGI menegaskan seleksi kepala sekolah harus berbasis kompetensi, integritas, dan rekam jejak profesional, serta bebas dari orientasi uang.
  • Murthalamuddin mengapresiasi masukan tersebut dan menyampaikan dalam waktu dekat sekitar 500 kepala sekolah jenjang menengah di Aceh akan dilantik dalam gelombang kedua tahun ini.

 

Laporan Wartawan Harian Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERABINEWS.COM - Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin MSP, di ruang kerjanya pada Rabu (25/2/2026) siang.

Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis pendidikan, termasuk proses rekrutmen dan pengangkatan kepala SMA, SMK, dan SLB di Aceh.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua IGI Aceh, Sekretaris, Wakil Ketua, serta anggota bidang advokasi.

Dalam pertemuan itu, IGI Aceh menegaskan harapannya agar seleksi dan pengangkatan kepala sekolah (kepsek) benar-benar dilandaskan pada kompetensi, integritas, serta rekam jejak profesional para calon.

Ketua IGI Aceh, Khairul Zami, menyampaikan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di satuan pendidikan.

Oleh karena itu, proses rekrutmen harus berjalan secara transparan, objektif, dan bebas dari intervensi yang tidak sesuai dengan prinsip profesionalisme.

“Kami berharap seleksi kepala SMA dan SMK di Aceh benar-benar berbasis kompetensi. Jangan sampai ada orientasi uang dalam pengangkatan ini. Dunia pendidikan harus bersih dari praktik-praktik yang mencederai nilai-nilai integritas,” tegas Khairul Zami.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat pendidikan melihat adanya komitmen kuat dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh untuk memajukan mutu pendidikan di daerah. Komitmen tersebut, menurutnya, harus dijaga bersama agar tidak dikotori oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kita melihat komitmen Kadisdik yang ingin pendidikan Aceh lebih baik. Jangan sampai semangat tersebut ternodai oleh praktik-praktik tidak terpuji, seperti orientasi uang, balas dendam, atau sekadar mengangkat kolega menjadi kepala sekolah tanpa mempertimbangkan kompetensi,” ujarnya.

IGI Aceh juga menekankan bahwa pengangkatan kepala sekolah yang tidak profesional berpotensi mencederai program kerja Gubernur Aceh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Kepala sekolah yang kompeten dinilai menjadi kunci dalam mendorong inovasi, manajemen sekolah yang sehat, serta peningkatan capaian akademik dan nonakademik siswa.

Baca juga: Dinas Pendidikan Aceh Larang Siswa dan Guru Bawa Ponsel ke Ruang Kelas 

Dalam audiensi tersebut, IGI Aceh menyatakan keyakinannya bahwa Dinas Pendidikan Aceh akan terus melakukan pembenahan apabila ditemukan praktik-praktik yang menjurus pada kepentingan tertentu. Organisasi profesi guru itu juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan memberikan masukan konstruktif demi terwujudnya tata kelola pendidikan yang lebih baik di Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved