Jumat, 5 Juni 2026

Berita Sabang

Warga Sabang Pilih Relaksasi di Pemandian Air Panas Jaboi Usai Seharian Puasa

Warga Sabang memilih berendam di pemandian air panas alami Jaboi setelah puasa dan ibadah malam Ramadhan untuk relaksasi dan memulihkan stamina.

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Aulia Prasetya
PEMANDIAN AIR PANAS - Pengunjung menikmati suasana malam dengan berendam di kolam pemandian air panas alami Jaboi, Kota Sabang usai Shalat Tarawih, Rabu (26/2/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Sabang memilih berendam di pemandian air panas alami Jaboi setelah puasa dan ibadah malam Ramadhan untuk relaksasi dan memulihkan stamina.
  • Air panas bersumber dari Gunung Api Jaboi, mengandung belerang yang bermanfaat bagi kesehatan, serta tetap dibuka malam hari setelah Tarawih.
  • Dengan tarif Rp5.000, pemandian ini jadi pilihan populer, dan pengelola berencana menambah fasilitas kolam privat pasca Idul Fitri.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Setelah seharian menahan lapar dan dahaga serta mengisi malam Ramadhan dengan tadarus Al Qur’an, sebagian warga memilih merelaksasi tubuh di pemandian air panas alami Jaboi. 

Berendam di air panas usai rangkaian ibadah dinilai membantu memulihkan stamina tanpa mengurangi kekhusyukan bulan suci.

Pemandian air panas yang bersumber dari Gunung Api Jaboi itu tetap dibuka selama Ramadhan, khususnya pada malam hari selepas Shalat Tarawih. 

Suhu air yang hangat membantu mengendurkan otot yang tegang setelah aktivitas sejak pagi hingga malam.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Jaboi, Hidayatullah mengatakan, pengelola memastikan kolam tetap beroperasi selama Ramadhan dengan perawatan rutin.

Baca juga: Nikmati Akhir Pekan di Kolam Air Panas Jaboi, Wisata Alam yang Kembali Hidup di Sabang

“Selama Ramadhan tetap buka, terutama setelah Shalat Tarawih. Banyak warga datang untuk berendam menghilangkan lelah setelah puasa dan tadarus. Kami juga rutin membersihkan kolam agar pengunjung merasa nyaman saat berendam,” kata Dayat.

Ia menjelaskan, air panas alami tersebut dialirkan langsung dari sumber mata air Gunung Api Jaboi melalui sistem pipanisasi ke tiga kolam dengan tingkat suhu berbeda.

Terkait warna air yang tampak agak kecoklatan, Dayat menegaskan hal itu bukan kotoran maupun lumut, melainkan kandungan mineral alami dari unsur belerang (sulfur) yang terbawa dari sumber air panas.

“Kandungan belerang inilah yang memberi warna khas pada air. Itu bukan kotor, justru mineral alami yang baik untuk tubuh,” ujarnya.

Secara umum, air panas yang mengandung belerang dipercaya memiliki sejumlah manfaat.

Antara lain membantu meredakan pegal dan nyeri otot, melancarkan peredaran darah, membantu mengatasi masalah kulit ringan, serta memberikan efek relaksasi yang dapat meningkatkan kualitas tidur.

Dengan tarif masuk yang relatif terjangkau, yakni Rp5.000 per orang, pemandian air panas Jaboi menjadi pilihan warga untuk menjaga kebugaran selama Ramadhan, khususnya setelah menjalani puasa dan aktivitas ibadah seharian.

Baca juga: VIDEO - Viral! Turis Asing Berbikini di Air Panas Rinjani, Dispar NTB Angkat Bicara

Selain itu, pengelola juga berencana menambah fasilitas kolam mandi air panas privat setelah Hari Raya Idul Fitri. 

Lokasinya berdekatan dengan kolam utama. 

Untuk tahap awal, baru tersedia satu kolam privat, dan ke depan akan dilakukan penambahan sesuai kebutuhan pengunjung.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved