Selasa, 2 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Kabel Internet di Banda Aceh Semrawut, Pimpinan DPRK Minta Pemko Warning Provider

“Kita desak Pemerintah Kota memanggil seluruh provider. Kalau ini dibiarkan, bisa jatuh korban dan membahayakan pengguna jalan,” tegas Musriadi.

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Kabel internet terlihat menjuntai semrawut di sepanjang jalan kawasan Neusu, Banda Aceh, Jumat (27/2/2026). 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  - Semrawutnya kabel jaringan internet milik sejumlah provider di berbagai sudut Kota Banda Aceh kembali menuai sorotan.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, mendesak Pemerintah Kota agar serius melakukan penertiban terhadap perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan internet yang dinilai tidak tertib dalam pemasangan kabel.

Menurut Musriadi, kondisi kabel yang menjuntai rendah di tiang listrik, pepohonan, hingga melintang di atas jalan umum sangat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan.

“Kita desak Pemerintah Kota memanggil seluruh provider. Kalau ini dibiarkan, bisa jatuh korban dan membahayakan pengguna jalan,” tegas Musriadi kepada Serambinews.com, Jumat (27/2/2026).

Ia menegaskan bahwa DPRK tidak menolak investasi yang masuk ke Banda Aceh, termasuk dari perusahaan provider jaringan.

Namun, setiap investasi harus mengikuti aturan dan memperhatikan ketertiban serta keselamatan lingkungan.

“Kita tidak alergi terhadap mereka berinvestasi. Tapi ada aturan yang harus mereka jalankan, agar semua masyarakat bisa merasakan kenyamanan dan keamanan,” ujarnya.

Musriadi juga menilai wajah kota menjadi tidak indah akibat kabel yang semrawut dan tidak tertata rapi.

Padahal, Banda Aceh dikenal sebagai kota wisata dan kota yang mengedepankan nilai-nilai ketertiban dan keindahan lingkungan.

Karena itu, politisi PAN ini meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera menyusun langkah konkret dengan memanggil seluruh perusahaan provider untuk melakukan penataan ulang jaringan kabel, serta menetapkan standar teknis pemasangan agar tidak membahayakan masyarakat.

Baca juga: Pemasangan Kabel Internet Semrawut, Anggota DPRK Minta Pemko Bersikap   

Selain itu, Musriadi mendorong agar ke depan pemasangan kabel dilakukan secara terintegrasi dan terkoordinasi, sehingga tidak terjadi pemasangan kabel secara sembarangan oleh masing-masing perusahaan.

“Jangan sampai kota ini dikenal sebagai kota kabel. Kita ingin Banda Aceh menjadi kota yang rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun pendatang,” pungkasnya.

Menurut warga, pemasangan kabel oleh provider selama ini tidak terkoordinasi dengan baik.

Setiap perusahaan memasang jaringan sendiri-sendiri tanpa memperhatikan kerapian dan keselamatan lingkungan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved