Kamis, 9 April 2026

Berita Bireuen

Pimpinan DPRK Sorot Keracunan MBG di Simpang Mamplam, Muslem: Perlu Evaluasi Dapur

Kasus keracunan makanan MBG di Simpang Mamplam dan Pandrah membuat Wakil Ketua DPRK Bireuen, Muslem Abdullah, mendesak evaluasi dapur MBG.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
EVALUASI DAPUR MBG - Wakil Ketua DPRK Bireuen,Muslem Abdullah meminta pihak terkait untuk mengevaluasi dapur MBG terkait kasus keracunan usai santap menu MBG di Simpang Mamplam. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus keracunan makanan dari program MBG di Simpang Mamplam dan Pandrah membuat Wakil Ketua DPRK Bireuen, Muslem Abdullah, mendesak evaluasi dapur MBG.
  • Ia menilai evaluasi penting untuk memastikan menu bergizi, aman, serta mengembalikan kepercayaan wali murid terhadap program.
  • Muslem juga menekankan perlunya melibatkan Dinas Kesehatan agar pengelolaan dapur lebih hati-hati dan berstandar tinggi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah anak di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Kabupaten Bireuen pada Kamis dan Jumat (26–27 Februari 2026), menimbulkan keprihatinan mendalam. 

Peristiwa ini terjadi setelah anak-anak mengonsumsi makanan dari program MBG (Makanan Bergizi Gratis), sehingga memicu desakan agar dapur MBG segera dievaluasi.

Wakil Ketua DPRK Bireuen, Muslem Abdullah menyampaikan hal tersebut kepada Serambinews.com pada Jumat (27/2/2026).

Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Muslem Abdullah yang juga politisi Partai Aceh, bahkan turun langsung membantu penanganan korban di Puskesmas Simpang Mamplam. 

Ia menceritakan bagaimana dirinya membopong dua anak untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Korban Keracunan MBG di Bireuen Capai 140 Orang, Dominan Muntah & Diare

Menurutnya, tenaga kesehatan (nakes) bekerja maksimal dalam menangani kondisi darurat tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa langkah pencegahan jauh lebih penting agar kasus keracunan tidak kembali terjadi.

“Kondisi keracunan anak-anak sangat riskan. Penanganan memang memadai, tetapi kita harus fokus pada pencegahan,” ujarnya.

Evaluasi dapur MBG, lanjut Muslem, bertujuan memastikan menu yang disajikan benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi. 

Selain itu, evaluasi juga diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan wali murid terhadap program MBG.

Ia mengingatkan, bahwa jika tidak ada perbaikan, masyarakat bisa semakin menyoroti kelemahan dapur MBG dan menjauh dari program tersebut.

Baca juga: Belasan Siswa di Aceh Selatan Tumbang Usai Santap Menu MBG, SPPG Minta Maaf

“Apabila tidak dievaluasi, kami khawatir wali murid dan masyarakat semakin menyorot dapur MBG,” tutur dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved