Serambi Ramadhan
Hakikat Puasa Ramadhan, Jalan Menuju Jaminan Solusi dan Takwa
“Ada dua frasa penting, pertama puasa ini telah disyariatkan jauh sebelum Nabi Muhammad diutus. Kedua, tujuan puasa adalah
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Puasa Ramadhan Membentuk Pribadi Bertakwa
SERAMBINEWS.COM – Dewan Penasehat DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr. Tgk. Yusuf Al-Qardhawy, MH menyampaikan bahwa hakikat puasa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi sebagai jalan besar menuju ketakwaan.
Hal tersebut disampaikan dalam program Serambi Ramadhan yang tayang di kanal YouTube Serambinews, Sabtu (28/2/2026) dengan mengangkat tema “Hakikat dan Nilai dari Ibadah Puasa Ramadhan.” dipandu host Sri Anggun Oktaviana.
Program ini merupakan kerja sama Serambi Indonesia bersama ISAD Aceh dan didukung Bank Aceh Syariah, yang tayang setiap hari pukul 14.30 WIB selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Penuh Kehangatan, Buka Puasa di Masjid Haji Keuchik Leumiek Jadi Momen Kebersamaan Warga
Merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183, Tgk. Yusuf Al-Qardhawy menjelaskan bahwa ayat tersebut memuat pesan mendasar tentang sejarah dan tujuan disyariatkannya puasa bagi umat manusia.
“Ada dua frasa penting, pertama puasa ini telah disyariatkan jauh sebelum Nabi Muhammad diutus. Kedua, tujuan puasa adalah agar orang yang berpuasa menjadi orang yang bertakwa,” ujarnya.
Menurutnya, frasa tersebut menegaskan bahwa puasa bukan ibadah yang berdiri sendiri, melainkan memiliki destinasi spiritual yang jelas, yaitu takwa.
Ia menambahkan, tujuan utama puasa adalah melahirkan pribadi yang bertakwa kepada Allah.
Namun, ketakwaan tidak diperoleh secara otomatis hanya dengan menahan lapar dan haus.
Baca juga: Alasan Makan Gorengan Harus Dibatasi Saat Buka Puasa, Bisa Ganggu Pencernaan hingga Picu Kolesterol
Ia menekankan bahwa puasa harus dijalankan secara utuh, mulai dari memenuhi rukun hingga menjaga nilai-nilai yang dapat menggugurkan pahala.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bagaimana menjaga nilai-nilai agar pahala tidak hilang,” jelasnya.
Artinya, orang yang berpuasa juga dituntut menjaga lisan, perilaku, serta sikap dari hal-hal yang dapat mengurangi bahkan menggugurkan pahala.
Selain itu, cara mengisi bulan Ramadhan juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan ketakwaan seperti memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Ramadhan harus diisi dengan amal ibadah, pengendalian diri, serta peningkatan kualitas spiritual.
Baca juga: Hadiri Buka Puasa Bersama, Bupati Nagan TRK: Silaturahmi Ramadhan Perkuat Sinergi Pemkab dan DPRK
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa orang yang bertakwa memiliki jaminan dari Allah SWT, bahkan di dunia sebelum di akhirat.
| I’tikaf Akhir Ramadhan Jadi Momentum Penyucian Jiwa dan Penguatan Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Ciri Jiwa Bersih Usai Ramadhan, Tgk Darmawan Sebut Istiqamah Beribadah hingga Menjauhi Kecurangan |
|
|---|
| Tak Hanya Ibadah, Zakat Fitrah Dinilai Mampu Menguatkan Solidaritas Sosial Masyarakat |
|
|---|
| Memasuki Fase 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kuantitas Ibadah Harus Seimbang dengan Nilai Ihsan |
|
|---|
| Surga Juga Merindukan Manusia, Tgk Wahyu Mimbar: Ini 4 Golongan yang Disebut dalam Hadis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serambi-ramadan-2822026.jpg)