Kamis, 16 April 2026

Berita Lhokseumawe

207 Santri Ikuti ITQAN CAMP VII di Dayah Modern Ihyaaussunnah Lhokseumawe

Sebanyak 207 santri Dayah Modern Ihyaaussunnah Lhokseumawe mengikuti ITQAN–CAMP VII sejak 21 Februari hingga 9 Maret 2026.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
ITQAN CAMP VII - Dayah Modern Ihyaaussunnah Lhokseumawe kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan wajib bertajuk ITQAN–CAMP VII (Intensive Quranic Camp ke-7) yang berlangsung sejak Sabtu, 21 Februari hingga 9 Maret 2026. Dok Dayah Modern Ihyaaussunnah 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 207 santri Dayah Modern Ihyaaussunnah Lhokseumawe mengikuti ITQAN–CAMP VII sejak 21 Februari hingga 9 Maret 2026. 
  • Program tahunan ini bertujuan memperkuat hafalan Al-Quran, menata ulang program tahfizh, serta membentuk karakter santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman. 
  • Dengan motto “Mencetak Generasi Qurani, Menyongsong Peradaban Madani”, kegiatan ini menegaskan komitmen pesantren mencetak generasi Qurani berkarakter kuat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Dayah Modern Ihyaaussunnah Lhokseumawe kembali menggelar kegiatan tahunan wajib bertajuk ITQAN–CAMP VII (Intensive Quranic Camp ke-7) yang berlangsung sejak Sabtu, 21 Februari hingga 9 Maret 2026. 

Program ini dipusatkan di Masjid Taqwa, Kompleks Pondok Pesantren Modern Ihyaaussunnah dan diikuti oleh 207 santri dari berbagai tingkatan.

Dengan mengusung motto “Mencetak Generasi Qurani, Menyongsong Peradaban Madani”, ITQAN–CAMP VII menjadi bagian penting dari pembinaan tahfizh Al-Quran di lingkungan pesantren. 

Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat hafalan, menambah capaian hafalan santri, serta melakukan penataan ulang program tahfizh untuk tahun pelajaran mendatang.

Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk karakter santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Acara pembukaan dilaksanakan pada malam 21 Februari 2026, dihadiri oleh pimpinan pesantren, dewan guru, serta seluruh peserta.

Baca juga: Qariah Gayo Lues Juara Dua Tahfiz 30 Juz Putri dalam MTQ Aceh di Pidie Jaya

Setelah pembukaan, dilakukan pembagian halaqah sebagai wadah pembinaan intensif.

Selama kurang lebih dua pekan, santri menjalani program intensif yang tidak hanya berfokus pada setoran hafalan dan muroja’ah, tetapi juga dilengkapi dengan materi motivasi dan diskusi berkala.

Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat, kedisiplinan, serta kesadaran akan pentingnya interaksi yang konsisten dengan Al-Quran.

Mudir Dayah Modern Ihyaaussunnah, Ustaz Saifuddin Abbas, Lc, MH menyampaikan harapannya agar kegiatan ini melahirkan lulusan yang berwawasan luas, berkarakter kuat, dan tetap teguh memegang prinsip dasar Islam. 

Ia menekankan bahwa ITQAN–CAMP merupakan jawaban atas keresahan orang tua yang sering kesulitan mengarahkan anak-anak mereka, terutama di bulan Ramadhan, di tengah tantangan dunia digital yang begitu kuat memengaruhi generasi muda.

Dengan terselenggaranya ITQAN–CAMP VII, Dayah Modern Ihyaaussunnah menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang siap menyongsong peradaban madani. 

Baca juga: Kuliah di UIN Ar-Raniry Mulai Rp 400.000, Mahasiswa Tahfiz Dapat Prioritas UKT

Program tersebut bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk santri yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved