Berita Pidie
Mahasiswa UTU Serahkan Alat Peringatan Dini Banjir ke Desa Gajah Ayee Pidie
Mahasiswa UTU menyerahkan alat peringatan dini banjir berbasis IoT kepada warga Desa Gajah Ayee sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa UTU menyerahkan alat peringatan dini banjir berbasis IoT kepada warga Desa Gajah Ayee, Pidie, sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak.
- Alat ini dilengkapi sensor tinggi muka air, sirine, dan notifikasi seluler, serta disertai pelatihan teknis bagi aparatur desa untuk memudahkan operasional.
- Selain pemasangan alat, mahasiswa juga melakukan mitigasi bencana seperti penanaman pohon, pemetaan jalur evakuasi, pembersihan sungai, dan sosialisasi pengelolaan lingkungan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat menyerahkan alat pendeteksi banjir berbasis Internet of Things (IoT) kepada masyarakat Desa Gajah Ayee, Kabupaten Pidie, Kamis (26/2/2026) lalu.
Penyerahan dilakukan melalui Pemerintah Kecamatan Pidie sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencana di Sumatera.
Program tersebut melibatkan 50 mahasiswa dari tujuh program studi berbeda dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kegiatan ini merupakan respons atas banjir yang kerap melanda Desa Gajah Ayee, yang secara geografis berada di wilayah hilir sehingga rawan terdampak limpasan air dan kenaikan debit sungai secara tiba-tiba.
Tim pengabdian dipimpin dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Delfian Masrura, MT, CRA, CRP, bersama anggota Fitry Hasdanita, ST, MT, dan Ir Arrazy Elba Ridha, SST, MT.
Mereka mendampingi mahasiswa selama satu bulan penuh pelaksanaan program di lapangan.
Ketua Tim, Delfian menjelaskan, alat tersebut dilengkapi sensor tinggi muka air, sistem notifikasi berupa sirine, serta pengiriman informasi melalui jaringan seluler.
Baca juga: Mahasiswa UTU Diterjunkan Dukung Pemulihan Pasca Bencana di Aceh Barat
Dengan sistem itu, warga dapat memperoleh peringatan lebih cepat untuk melakukan evakuasi mandiri maupun menyelamatkan barang berharga.
“Alat ini dirancang sederhana agar mudah dipelihara dan dapat dioperasikan langsung oleh perangkat desa,” kata Delfian.
“Kami juga telah memberikan pelatihan teknis kepada aparatur dan kelompok masyarakat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Selain pemasangan alat peringatan dini, mahasiswa UTU turut menjalankan sejumlah program pendukung mitigasi bencana.
Di antaranya penanaman pohon di bantaran sungai untuk menahan abrasi, pemetaan titik rawan banjir dan jalur evakuasi, gotong royong pembersihan sungai, pengukuran tingkat pH air untuk konsumsi, serta sosialisasi pengelolaan lingkungan.
Seluruh kegiatan melibatkan kelompok PKK, petani, pemuda, dan aparatur gampong sebagai bentuk penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa.
Alat Peringatan Dini
Alat Peringatan Dini Bencana
Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencan
Mahasiswa UTU
Gajah Aye
Pidie
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Bidkeu Polda Aceh Laksanakan Asistensi Hingga Supervisi PNBP di Polres Pidie |
|
|---|
| Padang Tiji Akan Jadi Sentral Kuliner Baru, Kini UMKM Terus Menjamur di Pinggir Jalan |
|
|---|
| Asrama Putri Pidie di Banda Aceh Diresmikan, Totalnya 48 Kamar |
|
|---|
| Dibangun 2017, Asrama Putri Pidie di Aceh Besar Kini Diresmikan |
|
|---|
| Di Pidie 3,8 M Pokir untuk Modal Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekcam-resmikan-alat-deteksi-dini-banjir-di-Gajah-Ayee.jpg)