Kamis, 16 April 2026

Berita Pidie

Mahasiswa UTU Serahkan Alat Peringatan Dini Banjir ke Desa Gajah Ayee Pidie

Mahasiswa UTU menyerahkan alat peringatan dini banjir berbasis IoT kepada warga Desa Gajah Ayee sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
ALAT DETEKSI BANJIR - Sekretaris Camat Pidie, Rangga Fadila memotong pita saat meresmikan pemanfaatan alat deksi banjir Program PKM mahasiswa UTU di Desa Gajah Ayee, Pidie. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa UTU menyerahkan alat peringatan dini banjir berbasis IoT kepada warga Desa Gajah Ayee, Pidie, sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak.
  • Alat ini dilengkapi sensor tinggi muka air, sirine, dan notifikasi seluler, serta disertai pelatihan teknis bagi aparatur desa untuk memudahkan operasional.
  • Selain pemasangan alat, mahasiswa juga melakukan mitigasi bencana seperti penanaman pohon, pemetaan jalur evakuasi, pembersihan sungai, dan sosialisasi pengelolaan lingkungan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat menyerahkan alat pendeteksi banjir berbasis Internet of Things (IoT) kepada masyarakat Desa Gajah Ayee, Kabupaten Pidie, Kamis (26/2/2026) lalu.

Penyerahan dilakukan melalui Pemerintah Kecamatan Pidie sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencana di Sumatera.

Program tersebut melibatkan 50 mahasiswa dari tujuh program studi berbeda dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Kegiatan ini merupakan respons atas banjir yang kerap melanda Desa Gajah Ayee, yang secara geografis berada di wilayah hilir sehingga rawan terdampak limpasan air dan kenaikan debit sungai secara tiba-tiba.

Tim pengabdian dipimpin dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Delfian Masrura, MT, CRA, CRP, bersama anggota Fitry Hasdanita, ST, MT, dan Ir Arrazy Elba Ridha, SST, MT. 

Mereka mendampingi mahasiswa selama satu bulan penuh pelaksanaan program di lapangan.

Ketua Tim, Delfian menjelaskan, alat tersebut dilengkapi sensor tinggi muka air, sistem notifikasi berupa sirine, serta pengiriman informasi melalui jaringan seluler. 

Baca juga: Mahasiswa UTU Diterjunkan Dukung Pemulihan Pasca Bencana di Aceh Barat

Dengan sistem itu, warga dapat memperoleh peringatan lebih cepat untuk melakukan evakuasi mandiri maupun menyelamatkan barang berharga.

“Alat ini dirancang sederhana agar mudah dipelihara dan dapat dioperasikan langsung oleh perangkat desa,” kata Delfian.

“Kami juga telah memberikan pelatihan teknis kepada aparatur dan kelompok masyarakat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Selain pemasangan alat peringatan dini, mahasiswa UTU turut menjalankan sejumlah program pendukung mitigasi bencana.

Di antaranya penanaman pohon di bantaran sungai untuk menahan abrasi, pemetaan titik rawan banjir dan jalur evakuasi, gotong royong pembersihan sungai, pengukuran tingkat pH air untuk konsumsi, serta sosialisasi pengelolaan lingkungan.

Seluruh kegiatan melibatkan kelompok PKK, petani, pemuda, dan aparatur gampong sebagai bentuk penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved