Selasa, 14 April 2026

Harga Emas di Banda Aceh

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Emas di Banda Aceh Meroket Lagi, Segini per Mayam

Kondisi geopolitik yang tidak menentu ini membuat emas kembali menjadi aset aman (safe haven) bagi para investor.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/INDRA WIJAYA
AYANI PEMBELI - Pedagang melayani pembeli saat sedang membeli emas di Jln Tgk Chik Pante Kulu, Pasar Aceh, Banda Aceh, Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu lonjakan drastis harga emas murni di Banda Aceh.
  • Menurut pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Pasar Aceh, Muhammad Daffa, harga emas murni kini mencapai Rp 8.900.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.
  • Sebelumnya, harga emas dijual sekitar Rp 8.700.000 per mayam.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu lonjakan drastis harga emas murni di Banda Aceh.

Menurut pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Pasar Aceh, Muhammad Daffa, harga emas murni kini mencapai Rp 8.900.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.

Sebelumnya, harga emas dijual sekitar Rp 8.700.000 per mayam.

“Harga emas ini mengalami kenaikan yang signifikan. Dari Rp 8,7 juta naik menjadi Rp 8,9 juta per mayam,” ujar Daffa kepada Serambi, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Meroket Tajam, Naik Rp 290 Ribu per Mayam Edisi 2 Maret 2026

Kenaikan harga emas ini terjadi setelah serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan beberapa pejabat penting lainnya.

Kondisi geopolitik yang tidak menentu ini membuat emas kembali menjadi aset aman (safe haven) bagi para investor.

Di Banda Aceh, ongkos pembuatan emas biasanya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per mayam, tergantung desain dan tingkat kerumitan.

“Kenaikan bukan hanya terjadi pada emas, tetapi juga pada harga minyak,” tambah Daffa.

Prediksi pedagang, harga emas kemungkinan akan terus meningkat, termasuk menjelang Lebaran.

Lonjakan ini juga didorong oleh permintaan emas dunia yang meningkat, seperti dari China yang berencana memborong emas dalam jumlah besar.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Meledak, Galeri24 Naik Rp71.000 Dalam 24 Jam, UBS Juga Melambung

Meski harga melonjak, aktivitas jual beli emas di Pasar Aceh justru meningkat.

Mayoritas transaksi didominasi pembelian oleh masyarakat, sekitar 95 persen, sementara penjualan hanya 5 persen.

Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat Banda Aceh bahwa emas merupakan bentuk investasi yang aman.

“Orang-orang tahu emas adalah investasi, makanya lebih banyak yang membeli,” pungkas Daffa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved