Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Timur

DLH Aceh Timur Minta Warga dan Pedagang tidak Buang Sampah di Luar TPS

DLH Aceh Timur menyoroti kebiasaan pedagang dan warga yang masih membuang sampah sembarangan di luar TPS, hingga meluber ke jalan.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Maulidi Alfata
PENANGANAN SAMPAH - TPS Idi Rayeuk tampak lebih bersih dari biasanya usai sampai diangkut ke TPA dan dipasang imbauan larangan, Senin (2/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • DLH Aceh Timur menyoroti kebiasaan pedagang dan warga yang masih membuang sampah sembarangan di luar TPS, hingga meluber ke jalan.
  • Volume sampah meningkat dari 70 ton menjadi 85 ton per hari selama Ramadhan, didominasi sisa konsumsi sahur, berbuka, dan dagangan pasar sore.
  • DLH meminta masyarakat lebih disiplin membuang sampah ke dalam tong agar kota tetap bersih dan proses pengangkutan lebih cepat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur menyoroti perilaku buruk masyarakat dan pedagang yang masih membuang sampah sembarangan. 

Meski fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) telah tersedia, banyak warga justru memilih melempar sampah di luar bak kontainer hingga meluber ke badan jalan. 

Kondisi ini terlihat jelas di jalur dua kawasan pasar tradisional Idi Rayeuk, Senin (2/3/2026). 

Sampah yang berserakan tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas karena posisi TPS yang berada tepat di jalur tersebut.

Kepala DLH Aceh Timur, Muslidar mengungkapkan, bahwa masalah utama bukan pada ketersediaan fasilitas.

Melainkan pada kebiasaan masyarakat yang enggan membuang sampah langsung ke dalam tong yang disediakan.

Baca juga: Sabang Didorong Ubah Sampah Jadi Bernilai, 65 Persen Limbah Rumah Tangga Organik

"Masih banyak yang membuang sampah ke TPS, tetapi bukan dimasukkan ke dalam tongnya,” beber dia. 

“Mereka justru mencampakkannya begitu saja di depan TPS. Akibatnya, sampah berserakan dan menutupi jalur dua pasar," ujar Muslidar.

Masyarakat disinyalir sengaja membuang di pinggir jalan dengan harapan petugas kebersihan akan langsung memungutnya. 

Namun, pola pikir ini justru menciptakan penumpukan yang tidak teratur dan merusak pemandangan kota.

Situasi ini diperparah dengan lonjakan volume sampah yang signifikan selama bulan suci Ramadhan. 

Berdasarkan data DLH Aceh Timur, produksi sampah harian yang biasanya berada di angka 70 ton, kini meroket menjadi 85 ton per hari.

Baca juga: Produksi Sampah di Banda Aceh Selama Ramadhan Capai 260 Ton/Hari, Pedagang Diminta Bantu Pilah

Kenaikan sebesar 15 ton tersebut didominasi oleh sisa konsumsi rumah tangga selama sahur dan berbuka. 

Sisa dagangan dari pasar sore yang menjamur di berbagai sudut kota.

DLH menegaskan bahwa armada kebersihan terus bekerja ekstra untuk mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Namun, kerja keras petugas tidak akan maksimal tanpa kerja sama dari warga.

"Kami meminta para pedagang dan masyarakat untuk lebih peduli. Tolong jangan tinggalkan sampah di bahu jalan atau di luar area bak TPS,” imbau dia.

“Masukkan ke dalam tempatnya agar proses pengangkutan lebih cepat dan kota tetap bersih," tegas Muslidar.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved