Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Timur

DLH Aceh Timur Minta Pedagang tak Buang Sampah di Luar TPS

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur menyoroti perilaku buruk masyarakat dan pedagang yang masih membuang sampah sembarangan.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Maulidi Alfata
TPS - TPS Idi Rayeuk, tampak lebih bersih dibanding biasanya usai sampai diangkut ke TPA dan dipasang imbauan larangan buang sampah di luar tong yang telah disediakan, Senin (2/3/2026).  

Ringkasan Berita:
  • DLH Aceh Timur menyoroti kebiasaan warga dan pedagang yang masih membuang sampah sembarangan di luar TPS, terutama di kawasan pasar tradisional Idi Rayeuk hingga mengganggu kebersihan dan lalu lintas.
  • Produksi sampah selama Ramadhan meningkat dari 70 ton menjadi 85 ton per hari, didominasi limbah rumah tangga dan sisa dagangan pasar.
  • DLH meminta masyarakat lebih disiplin membuang sampah ke dalam kontainer agar pengangkutan berjalan optimal dan kebersihan kota tetap terjaga.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur menyoroti perilaku buruk masyarakat dan pedagang yang masih membuang sampah sembarangan.

Meski fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) telah tersedia, banyak warga justru memilih melempar sampah di luar bak kontainer hingga meluber ke badan jalan, Senin (2/3/2026). 

Kondisi ini terlihat jelas di jalur dua kawasan pasar tradisional Idi Rayeuk.

Sampah yang berserakan tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas karena posisi TPS yang berada tepat di jalur tersebut.

Kepala DLH Aceh Timur, Muslidar, mengungkapkan bahwa masalah utama bukan pada ketersediaan fasilitas, melainkan pada kebiasaan masyarakat yang enggan membuang sampah langsung ke dalam tong yang disediakan.

"Masih banyak yang membuang sampah ke TPS, tetapi bukan dimasukkan ke dalam tongnya.

Mereka justru mencampakkannya begitu saja di depan TPS. Akibatnya, sampah berserakan dan menutupi jalur dua pasar," ujar Muslidar.

Baca juga: Jadwal Imsak Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang 3 Maret 2026, Ini Batas Waktu Sahur di 13 Ramadhan

Masyarakat disinyalir sengaja membuang di pinggir jalan dengan harapan petugas kebersihan akan langsung memungutnya. 

Namun, pola pikir ini justru menciptakan penumpukan yang tidak teratur dan merusak pemandangan kota.

Situasi ini diperparah dengan lonjakan volume sampah yang signifikan selama bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan data DLH Aceh Timur, produksi sampah harian yang biasanya berada di angka 70 ton, kini meroket menjadi 85 ton per hari.

Kenaikan sebesar 15 ton tersebut didominasi oleh sisa konsumsi rumah tangga selama sahur dan berbuka. Sisa dagangan dari pasar sore yang menjamur di berbagai sudut kota.

DLH menegaskan bahwa armada kebersihan terus bekerja ekstra untuk mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, kerja keras petugas tidak akan maksimal tanpa kerja sama dari warga.

Baca juga: GeMPAR Desak BNPB Gandeng Bank Aceh Syariah untuk Salurkan Bantuan Banjir

"Kami meminta para pedagang dan masyarakat untuk lebih peduli. Tolong jangan tinggalkan sampah di bahu jalan atau di luar area bak TPS.

Masukkan ke dalam tempatnya agar proses pengangkutan lebih cepat dan kota tetap bersih," tegas Muslidar. (*)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved