Minggu, 12 April 2026

Berita Pidie

Kadisperindagkop UKM Pidie Jumlah UMKM Capai 64.000: Jaga Kualitas

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasar tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.

Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Nur Nihayati
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pidie, Cut Afrianidar, SH, M.Si. 

Ringkasan Berita:
  • Sedikitnya tercatat sebanyak 64.000 jumlah UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Pidie.
  • Jumlah ini bisa berubah-berubah karena ada yang sudah tidak ada lagi dan sebaliknya juga ada tumbuh baru lagi.
  • Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasar tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sedikitnya tercatat sebanyak 64.000 jumlah UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Pidie.

Jumlah ini bisa berubah-berubah karena ada yang sudah tidak ada lagi dan sebaliknya juga ada tumbuh baru lagi.

Di bulan suci Ramadhan tetap dijaga sehingga harga terjaga. 

Komitmen itu ditegaskan Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop UKM) dengan memperketat pengawasan harga bahan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasar tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pidie, Cut Afrianidar, SH, M.Si, Selasa (3/3/2026), mengatakan pihaknya mengaku belum terjadi lonjakan harga di pasaran terkait harga barang. 

Namun demikian pihaknya tetap melakukan pengawasan dilakukan setiap hari melalui petugas yang diturunkan langsung ke pasar tradisional dan sejumlah titik distribusi utama.

“Kami setiap hari ada petugas yang memantau harga. Hasil pantauan itu langsung kita kirimkan ke kementerian. Kita ingin memastikan jangan sampai terjadi lonjakan harga selama Ramadan,” ujarnya di Sigli.

Menurut Cut Afrianidar, jika harga harga bahan pokok stabil maka daya beli masyarakat tetap terjaga. 

Ramadan selalu diiringi peningkatan permintaan, baik untuk kebutuhan konsumsi harian maupun persiapan Lebaran. 

Tanpa pengawasan ketat, potensi kenaikan harga bisa berdampak luas, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Bagi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, kestabilan harga bahan baku menjadi penentu keberlangsungan usaha. 

Kenaikan harga gula, tepung, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya dapat langsung menggerus margin keuntungan usaha kecil yang umumnya memiliki daya tahan terbatas terhadap gejolak pasar.

Di Kabupaten Pidie, jumlah UMKM tercatat sekitar 64.000 unit. Namun, angka tersebut bersifat fluktuatif. Banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara musiman atau sambilan, sehingga tingkat keberlanjutannya belum stabil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved