Berita Pidie
Kadisperindagkop UKM Pidie Jumlah UMKM Capai 64.000: Jaga Kualitas
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasar tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.
Jumlahnya sekitar 64.000 UMKM, tetapi sifatnya fluktuatif.
"Kadang muncul, kadang tidak aktif lagi. Banyak yang menjadikan usaha ini sebagai pekerjaan sampingan, bukan usaha utama,” ujar Cut Afrianidar.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mendorong pertumbuhan UKM yang berkelanjutan. Meski demikian, Disperdagkop UKM Pidie tetap melakukan pembinaan terhadap berbagai produk unggulan daerah.
Komoditas seperti emping melinjo, kerajinan sulam benang emas, serta kupiah meukeutop terus didorong agar memiliki daya saing lebih kuat di pasar.
Produk pangan khas seperti halua bluek (dodol) dan muloih teupeh (ikan bandeng penyet) juga pernah mendapatkan pendampingan, termasuk fasilitasi uji laboratorium untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Selain itu, dinas memberikan dukungan dalam bentuk perbaikan kemasan, pendampingan manajemen usaha, serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran.
Namun, Cut Afrianidar mengakui bahwa tidak semua pelaku usaha menindaklanjuti rekomendasi teknis yang diberikan pemerintah. (*)
Baca juga: Ratusan Peserta SANAQ Belajar Mengaji di Masjid Agung Sultan Jeumpa
| Wagub Aceh Tinjau Jalan Inpres di Kembang Tanjung yang Baru Siap Dibangun |
|
|---|
| Wagub Dek Fadh Tinjau Jalan Inpres di Kembang Tanjong Pidie, Baru Siap Dibangun Senilai Rp 24 M |
|
|---|
| Innalillahi, Khatib Jumat Masjid Agung Al-Falah Sigli Meninggal Saat Sujud, Almarhum Seorang Qari |
|
|---|
| Pokir Normalisasi Irigasi di Pidie Dipecah, Besaran Anggaran dari Rp50 Juta–Rp200 Juta |
|
|---|
| Pokir Normalisasi Irigasi di Pidie Dipecah-pecah, Besaran Anggaran Dari Rp 50 Juta- 200 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Cut-kadis-0303.jpg)