Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Banjir Landa Aceh

Dana Bantuan Rumah Rusak di Pijay Capai Rp 8,88 Miliar, Diserahkan Bupati 

"Penyaluran tahap kedua ini merupakan bentuk komitmen pemerintah, guna memastikan rumah warga terdampak segera kembali layak huni," kata Bupati Pijay.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Muhammad Nazar
TERTIMBUN KAYU : Rumah warga di Dusun Pante Geulima, Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudue, Pidie Jaya masih tertimbun kayu gelondongan sisa banjir bandang. Pemerintah menyerahkan dana bantuan rumah rusak sedang Rp 30 juta per rumah. 

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pemerintah Pusat menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 8.880.000.000, untuk warga Pidie Jaya, yang berdampak dari bencana hidrometeorologi Siklon Senyar.

Dana Rp 8,88 miliar itu diserahkan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, didampingi Hasan Basri, untuk perbaikan rumah rusak sedang tahap dua kepada 296 KK. 

Besaran bantuan rumah rusak sedang itu Rp 30.000.000  per rumah diserahkan simbolis, yang dilakukan secara virtual di Posko Gedung eks MTQ Bupati Pidie Jaya, Selasa (3/3/2026). 

"Penyaluran tahap kedua ini merupakan bentuk komitmen pemerintah, guna memastikan rumah warga terdampak segera kembali layak huni," kata Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, kepada Serambinews.com, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, bantuan rumah rusak sedang sebagai wujud tanggung jawab pemerintah untuk mempercepat pemulihan. 

"Kami ingin proses perbaikan berjalan tepat sasaran, transparan dan sesuai ketentuan. Sehingga masyarakat bisa segera menempati rumahnya dengan aman dan nyaman,” ujarnya. 
 
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyebutkan, pentingnya sinergi semua pihak dalam mengawal proses rehabilitasi, agar tidak terjadi hambatan di lapangan. 

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, sekaligus untuk memulihkan semangat hingga harapan masyarakat. 

“Kami berharap dana itu, hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan hingga seluruh tahapan selesai,” tegasnya.

Baca juga: Zakat BFLF untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Tangis Haru Warnai Penyaluran

Dikatakan, program bantuan rumah rusak akan melibatkan dukungan BSI, guna memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan akuntabel.

Juga memastikan mekanisme pencairan dilakukan secara non-tunai untuk menjaga transparansi serta meminimalkan potensi penyimpangan.

Tak hanya itu, untuk mempercepat realisasi pembangunan kembali hunian warga terdampak.

Ia menambahkan, melalui penyaluran dana rumah rusak sedang tahap dua, Pemkab Pidie Jaya berharap proses rehabilitasi rumah rusak sedang dapat segera tuntas.

Dengan demikian, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal. 

"Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemulihan menyeluruh pascabencana, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana jika terjadi lagi," pungkasnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved