Selasa, 7 April 2026

Berita Banda Aceh

BBPOM Aceh dan RSUDZA Perkuat Sinergi Pengawasan Obat dan Edukasi Bahaya AMR

BBPOM Aceh mengapresiasi dukungan RSUDZA dalam mensosialisasikan bahaya resistensi antimikroba kepada masyarakat.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh memperkuat sinergi dengan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dalam upaya meningkatkan pengawasan obat dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, ke RSUDZA Banda Aceh yang disambut langsung oleh Direktur RSUDZA, Muhazar, Jumat (6/3/2026). 
Ringkasan Berita:Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh memperkuat sinergi dengan RSUZA dalam pengawasan obat dan edukasi kesehatan kepada masyarakat di Banda Aceh.
 
Pertemuan antara Kepala BBPOM, Riyanto, dan Direktur RSUZA, Muhazar, juga membahas pengendalian resistensi antimikroba (AMR).
 
Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan keamanan penggunaan obat serta kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Aceh.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh memperkuat sinergi dengan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dalam upaya meningkatkan pengawasan obat dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, ke RSUDZA Banda Aceh yang disambut langsung oleh Direktur RSUZA, Muhazar, Jumat (6/3/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan antara dua institusi pemerintah yang memiliki peran penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat di Aceh.

Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, mengatakan kedekatan lokasi antara BBPOM dan RSUZA yang sama-sama berada di Kota Banda Aceh menjadi peluang untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi, khususnya dalam pengawasan obat serta perlindungan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak tepat.

Baca juga: Kerja Sama Baitul Mal Aceh dengan RSUDZA, 36 Kaki Palsu Dibagikan Kepada Warga Kurang Mampu

“Kedekatan secara geografis ini menjadi peluang besar bagi kita untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi, khususnya dalam pengawasan obat serta perlindungan masyarakat dari risiko penggunaan obat yang tidak tepat,” ujar Riyanto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas isu pengendalian resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR), yang menjadi perhatian global dalam dunia kesehatan.

BBPOM Aceh mengapresiasi dukungan RSUZA dalam mensosialisasikan bahaya resistensi antimikroba kepada masyarakat. 

Salah satunya melalui pemanfaatan videotron di lingkungan rumah sakit sebagai media edukasi publik.

Baca juga: Istri Donorkan Ginjal ke Suami, RSUDZA Berhasil Lakukan Operasi

“Selain itu, koordinasi yang telah terjalin selama ini dalam pengawasan pengelolaan obat di RSUZA dinilai menjadi contoh sinergi yang baik antara lembaga pengawas dan fasilitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan 

Direktur RSUZA, Muhazar, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terbangun dengan BBPOM di Banda Aceh

Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta menjamin keamanan penggunaan obat bagi masyarakat.

“Sinergi kedua institusi diharapkan mampu mendorong peningkatan pengawasan obat serta edukasi kesehatan kepada masyarakat, sehingga tercipta sistem pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terpercaya di Aceh,” pungkasnya.

Baca juga: Jangan Panic Buying BBM, Ingat Timbun BBM Bisa Dipenjara Serta Denda Capai Rp60 Miliar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved