Jumat, 17 April 2026

Curhat Seorang Ayah di Beurawe: Imunisasi Anak, Malah Berujung Operasi

Niat mendukung program imunisasi pemerintah justru meninggalkan trauma mendalam bagi Ridho Hamdiki (38), warga Beurawe, Kota Banda Aceh.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
OPERASI - Foto ini diolah menggunakan kecerdasan buatan (AI), Jumat (6/3/2026). Seorang ayah di Beurawe curhat tentang kondisi anaknya yang harus dioperasi setelah melakukan imunisasi. 

Pada Februari 2026, Ridho kembali membawa anaknya ke posyandu untuk imunisasi lanjutan yang kali ini disuntikkan di bagian lengan. 

Saat itu ia juga melaporkan benjolan pada paha anaknya kepada petugas.

Petugas posyandu kemudian memberikan resep salep untuk diambil di puskesmas serta menyarankan konsultasi dengan dokter anak di Puskesmas Kuta Alam.

Baca juga: Iran Luncurkan Rudal Canggih ke Tel Aviv, Hulu Ledak Bisa Tebar 80 Bom di Udara

Baca juga: Kasasi Ditolak MA, Vonis Terdakwa Mawardi Basyah Bertambah Jadi 8 Bulan

Ridho mengatakan petugas sempat meminta alamat rumah dan nomor telepon dengan alasan akan melakukan kunjungan.

"Dari petugas posyandu ada meminta alamat rumah, sudah kami share lokasi rumah melalui Google Maps, namun tidak pernah hadir dan tidak direspons," ujarnya.

Ridho mengaku sebenarnya bisa saja menyampaikan keluhan itu di grup imunisasi desa. Namun ia memilih tidak melakukannya.

"Sebetulnya kita ada grub imunisasi desa, bisa saja kami sampaikan di grup,"

"Namun kita tidak mau sampaikan pada grup itu, menghindari muncul kekhawatiran dari anggota grup untuk ikut imunisasi," katanya.

Hingga Berujung Operasi

Ridho dan istrinya kemudian mendatangi Puskesmas Kuta Alam sesuai arahan petugas posyandu. 

Awalnya pihak puskesmas sempat menolak karena perbedaan fasilitas kesehatan, namun akhirnya Ridho tetap diterima setelah menjelaskan kronologinya.

Setelah diperiksa dokter anak, ia disarankan membawa anaknya ke dokter spesialis bedah anak di Rumah Sakit Harapan Bunda.

Ridho sempat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan pertama di Sentra Medika. Pada kunjungan pertama anaknya hanya diberi obat, sedangkan rujukan baru diberikan pada pertemuan kedua.

Baca juga: VIDEO Kapal Induk Nuklir AS Kabur seusai Dihantam Drone Iran

Baca juga: PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja Karyawan Tetap Ada Banyak Posisi untuk S1, Cek Syarat & Link Daftar

Setelah dirujuk, Ridho membawa anaknya ke RS Harapan Bunda.

Di sana dokter langsung memeriksa bagian paha yang membengkak dan melakukan penyuntikan serta penarikan cairan. 

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan gumpalan nanah yang sudah mengeras.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved