Rabu, 8 April 2026

Curhat Seorang Ayah di Beurawe: Imunisasi Anak, Malah Berujung Operasi

Niat mendukung program imunisasi pemerintah justru meninggalkan trauma mendalam bagi Ridho Hamdiki (38), warga Beurawe, Kota Banda Aceh.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
OPERASI - Foto ini diolah menggunakan kecerdasan buatan (AI), Jumat (6/3/2026). Seorang ayah di Beurawe curhat tentang kondisi anaknya yang harus dioperasi setelah melakukan imunisasi. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang ayah di Beurawe, Banda Aceh, Ridho Hamdiki (38), mengaku trauma setelah anak ketiganya yang berusia 10 bulan harus menjalani operasi akibat pembengkakan di bekas suntikan imunisasi.
  • Pembengkakan muncul pada paha setelah anak menerima imunisasi PCV pada November 2025 dan akhirnya ditemukan gumpalan nanah yang mengeras sehingga harus dibedah di RS Harapan Bunda.
  • Ridho meminta perhatian dan pertanggungjawaban dari dinas terkait agar kasus serupa tidak terulang pada anak-anak lain.

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Niat mendukung program imunisasi pemerintah justru meninggalkan trauma mendalam bagi Ridho Hamdiki (38), warga Beurawe, Kota Banda Aceh. 

Ayah tiga anak ini tak menyangka, imunisasi yang diikuti anak ketiganya malah berujung pada operasi.

Anaknya yang baru berusia 10 bulan harus menjalani pembedahan pada paha akibat pembengkakan di bekas suntikan imunisasi. 

Operasi itu dilakukan di Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh, Selasa (3/3/2026) sore.

Ridho mengaku sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

"Saya dan keluarga jujur trauma sekali dengan kejadian seperti ini,"

"Kami ikut imunisasi mendukung program pemerintah, tapi kalau imunisasi berujung operasi, untuk apa?," ungkapnya kepada Serambinews.com, Kamis (5/3/2026).

Ia berharap ada perhatian dari dinas terkait atas kejadian yang dialami anaknya.

Baca juga: 9 Maret, Prof Dr Mirza Tabrani Dilantik Jadi Rektor USK Periode 2026-2031 di AAC Dayan Dawood

Baca juga: 9.000 Warga Miskin Nagan Raya Dicoret Kepesertaan BPJS Kesehatan

"Kita berharap dinas terkait memberi atensi atas kejadian ini,"

"Saya tidak minta tanggung jawab berlebihan, paling tidak ada rasa tanggung jawab mereka mau hadir, melihat langsung anak saya kondisinya bagaimana, agar tidak terulang kembali kejadian serupa pada anak-anak lain di luar sana," katanya.

Kronologi Kejadian

Ridho menceritakan, sejak berusia dua bulan anak ketiganya rutin mengikuti imunisasi di Posyandu.

Pada November 2025, anaknya menerima suntikan Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) di bagian paha.

Beberapa minggu kemudian, tepatnya Desember 2025, mulai muncul benjolan di bekas suntikan tersebut. 

Namun pada akhir 2025 hingga awal 2026, situasi bencana di Aceh membuat kegiatan imunisasi sempat terhenti.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved