Jumat, 24 April 2026

Berita Bireuen

Bakso dan Telur Penyebab Keracunan Ratusan Siswa di Simpang Mamplam, Bireuen

Hasilnya positif Staphylococcus aureus pada bakso dan telur rebus, atau bahasa sederhana ada kuman pada kedua jenis makanan MBG yang dikonsumsi...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kadiskes Bireuen, dr Irwan. 

 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS,COM, BIREUEN – Sebanyak 140 siswa jenjang TK, PAUD, SD maupun orang dewasa warga Simpang Mamplam dan Pandrah, Bireuen pada Kamis dan Jumat (26-27/2/2026) mengalami keracunan, setelah
mengkonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima mereka.

Hasil pemeriksaan sampel  yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh penyebab seratusan siswa di Bireuen keracunan akibat kontaminasi bakteri di telur dan ayam dari menu
makanan bergizi gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Kadiskes Bireuen, dr Irwan kepada Serambinews.com, Jumat (6/3/2026).

Disebutkan, surat resmi hasil pemeriksaan sudah dikirim BPOM Banda Aceh, namun belum diterima Dinkes.

Walaupun surat belum diterima, BPOM  ada menyampaikan secara lisan hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke Banda Aceh.

Hasilnya positif Staphylococcus aureus pada bakso dan telur rebus, atau bahasa sederhana ada kuman pada kedua jenis makanan MBG yang dikonsumsi waktu lalu.

Menjawab Serambinews.com penyebab terkontaminasinya telur dan ayam dari menu MBG, Kadiskes mengatakan, diduga akibat bahan baku telur yang retak cangkang.

Penyebab lain karena proses masak ayam yang kurang matang, sehingga jeda waktu lama dari penyiapan sampai dengan dikirim ke sekolah tercemar bakteri.  

Terhadap temuan tersebut sebagaimana hasil pemeriksaan BPOM Banda Aceh, Dinkes Bireuen akan melakukan sosialisasi mencegah munculnya kuman serta pengawasan pada dapur MBG sehingga musibah serupa tidak terjadi lagi.

“Dinkes Bireuen akan turun melakukan pengawasan pada dapur MBG agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Baca juga: 16 Korban Keracunan MBG Masih Dirawat

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 140 anak dari berbagai desa di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Kabupaten Bireuen, diduga keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG),
Kamis (26/2/2026) malam.

Ratusan anak tersebut dilarikan ke Puskesmas Simpang Mamplam, Puskesmas Pandrah, Puskesmas Jeunieb, Puskesmas Samalanga, RSUD dr Fauziah Bireuen, RS BMC Bireuen, RS Jeumpa Hospital, dan RSU Pidie Jaya. Anak-anak mengkonsumsi MBG yang dibagikan pada Kamis sore.

Menu yang disantap berupa bakso dan susu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved