Gayo Lues
Isu Kelangkaan BBM, Antrean Kendaraan di SPBU Blangkejeren Mengular hingga 2 Kilometer
Antrean kendaraan di SPBU Pengkala, dan Raklunung Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, terlihat memanjang sejak pagi hari...
Ringkasan Berita:
- Antrean kendaraan di SPBU Pengkala dan Raklunung, Blangkejeren, mengular hingga sekitar dua kilometer pada Jumat (6/3/2026).
- Warga rela menunggu lama untuk mengisi BBM karena khawatir terjadi kelangkaan.
- Kekhawatiran muncul setelah pernyataan Bahlil Lahadalia mengenai keterbatasan stok BBM nasional.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Antrean kendaraan di SPBU Pengkala, dan Raklunung Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, terlihat memanjang sejak pagi hari, Jumat (6/3/2026).
Deretan kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil, terlihat mengular hingga sekitar dua kilometer ke arah utara dan selatan dari lokasi SPBU kondisi yang sama juga terjadi di Raklunung.
Sejumlah warga mengaku rela mengantre lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) karena khawatir akan terjadi kelangkaan.
Jhon (40), warga Butanussalam, mengatakan dirinya sengaja datang lebih awal ke SPBU untuk mengisi BBM sebagai persediaan.
“Kami mendapat informasi bahwa persediaan BBM tidak banyak dan ada kemungkinan terjadi kelangkaan. Makanya kami berusaha mendapatkan minyak sebagai stok,” ujar Jhon saat ditemui di lokasi antrean.
Menurutnya, BBM sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat sehari-hari, terutama untuk menunjang aktivitas dan transportasi. “BBM ini sudah menjadi keperluan sehari-hari kita,” ungkapnya.
Baca juga: PKBM RUMAN Aceh Salurkan 191 Paket Sembako ke Pining Gayo Lues
Hal senada juga disampaikan Jasril. Ia menilai antrean panjang tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran masyarakat setelah adanya pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI terkait stok BBM nasional.
“Ini juga buntut dari pernyataan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia terkait stok BBM yang disebut tidak banyak. Kalau tidak salah, beliau menyebut stok hanya cukup sekitar 25 hari ke depan,” kata Jasril.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat berupaya mengamankan persediaan BBM lebih awal.
Ia menambahkan, situasi ini cukup wajar terjadi karena sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gayo Lues sangat bergantung pada BBM untuk kendaraan.
“Sekitar 85 persen keluarga di Gayo Lues merupakan pengguna aktif BBM sebagai bahan bakar kendaraan,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Antrean-kendaraan-di-SPBU-Pengkala-dan-Raklunung-Kecamatan-Blangkejeren-2026.jpg)