Berita Gayo Lues
Terungkap Penyebab Warga Galus Panic Buying BBM di SPBU, Ternyata Terpengaruh Ucapan Bahlil
Antrean panjang kendaraan di SPBU Blangkejeren, Gayo Lues, terjadi karena warga khawatir akan kelangkaan BBM.
Ringkasan Berita:
- Antrean panjang kendaraan di SPBU Blangkejeren, Gayo Lues, terjadi karena warga khawatir akan kelangkaan BBM.
- Kekhawatiran ini dipicu oleh pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional hanya cukup sekitar 25 hari ke depan.
- Situasi tersebut membuat masyarakat melakukan panic buying, meski stok lokal belum tentu kritis, sehingga antrean mengular hingga 2 kilometer.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Antrian panjang kendaraan di SPBU Pengkala dan Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus), menjadi perhatian masyarakat pada Jumat (6/3/2026).
Sejak pagi, deretan sepeda motor hingga mobil terlihat mengular hingga sekitar dua kilometer ke arah utara dan selatan dari lokasi SPBU.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Raklunung, menandakan tingginya kekhawatiran warga terhadap kemungkinan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sejumlah warga mengaku rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Jhon (40), warga Butanussalam mengatakan, dirinya sengaja datang lebih awal untuk mengisi BBM sebagai persediaan.
Menurutnya, informasi yang beredar menyebutkan stok BBM terbatas sehingga masyarakat berusaha mengamankan kebutuhan mereka.
Baca juga: Isu Kelangkaan BBM, Antrean Kendaraan di SPBU Blangkejeren Mengular hingga 2 Kilometer
“BBM ini sudah menjadi keperluan sehari-hari kita, terutama untuk transportasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Jasril, warga lainnya, yang menilai antrian panjang tidak lepas dari pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia.
Ia menyebutkan, bahwa stok BBM nasional hanya cukup sekitar 25 hari ke depan.
Pernyataan tersebut, menurut Jasril, memicu kekhawatiran masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong mengisi BBM lebih awal.
“Kondisi ini wajar karena sebagian besar masyarakat di Gayo Lues sangat bergantung pada BBM untuk kendaraan,” katanya.
Data yang disebutkan Jasril menunjukkan bahwa sekitar 85 persen keluarga di Kabupaten Gayo Lues merupakan pengguna aktif BBM.
Ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar membuat isu keterbatasan stok langsung berdampak pada perilaku masyarakat.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya: Pemerintah Buka Opsi Kenaikan BBM Subsidi
Antrian panjang di SPBU pun menjadi fenomena yang sulit dihindari, meski stok BBM di tingkat lokal belum tentu benar-benar kritis.
Situasi ini mencerminkan betapa pentingnya komunikasi publik yang jelas dan konsisten dari pemerintah.
Ketidakpastian informasi dapat memicu panic buying, yang pada akhirnya menimbulkan antrian panjang dan keresahan di masyarakat.
Bagi warga Gayo Lues, BBM bukan sekadar kebutuhan transportasi, melainkan bagian vital dari aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, kepastian pasokan dan distribusi yang lancar sangat dibutuhkan.
Baca juga: Fenomena Panic Buying BBM, Polres Aceh Utara Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Agar masyarakat tidak mengalami kesulitan tambahan di tengah isu global mengenai energi.(*)
Panic Buying
Fenomena Panic Buying
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia
Gayo Lues
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Bupati Suhaidi Kupas Percepatan Rehab Rekon Fasilitas Pendidikan di Momentum Hardiknas |
|
|---|
| Anggota DPR RI Yakin Pengembangan Kopi Skala Besar Jadi Jawaban Ekonomi Masyarakat Gayo Lues |
|
|---|
| Mengenal Biyak Opat: Warisan Adat Gayo Lues dalam Menjaga Ikatan Persaudaraan |
|
|---|
| Suntikan Rp25 Miliar Buka Asa Baru Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues |
|
|---|
| Bupati Galus Dialog dengan Petani Kopi Desa Penggalangan Blangkejeren, Tekankan Perubahan Pola Pikir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antrian-BBM-di-SPBU-Gayo-Lues.jpg)