Rabu, 6 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya: Pemerintah Buka Opsi Kenaikan BBM Subsidi

Menurutnya, kenaikan harga energi berpotensi memperlebar defisit fiskal jika tidak diimbangi dengan langkah kebijakan yang tepat.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/Rahel
PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah membuka kemungkinan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi apabila lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut dan mulai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap skenario kenaikan harga minyak global.
  • Menurutnya, kenaikan harga energi berpotensi memperlebar defisit fiskal jika tidak diimbangi dengan langkah kebijakan yang tepat.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah membuka kemungkinan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi apabila lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut dan mulai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap skenario kenaikan harga minyak global.

Menurutnya, kenaikan harga energi berpotensi memperlebar defisit fiskal jika tidak diimbangi dengan langkah kebijakan yang tepat.

Purbaya menjelaskan, dalam simulasi yang dilakukan pemerintah, apabila harga minyak dunia mencapai sekitar 92 dolar AS per barel, maka defisit anggaran dapat meningkat secara signifikan.

“Kalau harga minyak naik ke 92 dolar AS per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam acara buka bersama wartawan di Kementerian Keuangan, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah opsi untuk menjaga agar defisit anggaran tetap berada di bawah batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

 Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah melakukan penyesuaian belanja negara.

Baca juga: Isu Kelangkaan BBM, Antrean Kendaraan di SPBU Blangkejeren Mengular hingga 2 Kilometer

Namun, jika tekanan terhadap APBN semakin besar, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyesuaian harga BBM subsidi sebagai bentuk berbagi beban dengan masyarakat.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang diperlukan,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.

Selain opsi kenaikan harga BBM subsidi, pemerintah juga menyiapkan langkah realokasi belanja negara. Program-program yang dinilai tidak mendesak berpotensi ditunda atau dialihkan ke tahun berikutnya guna menjaga kesehatan fiskal negara.

Purbaya menegaskan pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara pengeluaran yang tidak terlalu mendukung kebutuhan utama, seperti pengadaan barang atau proyek tertentu, dapat ditunda.

Sementara itu, lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Salah satunya terkait penghentian operasional kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco setelah serangan drone di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Iran.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved