Berita Pidie Jaya
Inovasi Panel Surya Mahasiswa USK Bantu Desa Mesjid Tuha Pidie Jaya
"Salah satu terobosan utamanya adalah pengadaan sistem filtrasi Reverse Osmosis (RO) yang sepenuhnya ditenagai oleh panel surya untuk menjamin...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan solusi konkret bagi ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana.
Melalui "Program Mahasiswa Berdampak", mereka menginisiasi proyek bertajuk BANGKIT (Basis Alternatif Nir-emisi Guna Ketahanan Infrastruktur Terbarukan) untuk mentransformasi Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, menjadi percontohan Smart Village berbasis energi terbarukan.
Kolaborasi strategis antara akademisi USK dan Pemkab Pidie Jaya ini dirancang secara holistik untuk menjamin ketersediaan energi dan air bersih, sekaligus memulihkan roda ekonomi warga pascabencana hidrometeorologi.
Ketua Tim Mahasiswa Berdampak USK, Yuraddin, menjelaskan bahwa keberhasilan proyek ini bertumpu pada integrasi teknologi tepat guna, yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat desa.
"Salah satu terobosan utamanya adalah pengadaan sistem filtrasi Reverse Osmosis (RO) yang sepenuhnya ditenagai oleh panel surya untuk menjamin kemandirian air bersih," ungkapnya.
Ia menjelaskan, kecanggihan sistem ini diperkuat dengan integrasi sensor Internet of Things (IoT) yang terhubung langsung ke situs web desa, sehingga Pemuda Gampong dapat memantau cadangan dan kualitas air secara real-time.
Baca juga: Musik dari Panel Surya Iringi Langkah Tukang Pijat Tunanetra di Aceh Besar
Di sisi lain, tim juga fokus pada mitigasi krisis kelistrikan melalui inspeksi dan edukasi keamanan instalasi kabel di hunian warga guna menekan risiko korsleting pascabencana.
Tak berhenti pada infrastruktur fisik, program ini turut menyasar aspek pemberdayaan melalui transformasi digital UMKM dengan memberikan pelatihan upskilling pemasaran daring bagi kelompok ibu-ibu PKK agar produk lokal desa mampu bersaing di pasar digital.
Upaya pemulihan ini kemudian ditutup dengan aksi restorasi hunian melalui gotong royong massal untuk memastikan seluruh area pemukiman kembali aman, bersih, dan layak huni bagi masyarakat.
"Kami ingin membuktikan bahwa teknologi seperti panel surya dan IoT bukan sekadar teori kampus, tapi bisa menyelamatkan fasilitas vital desa saat krisis terjadi. Ini adalah langkah nyata dari Aceh untuk infrastruktur berkelanjutan," tegas Yuraddin.(*)
| 59 Anggota Kafilah Pijay Ikut TC, Nyak Syi Harapkan Ini di MTQ Aceh Ke-37 |
|
|---|
| Pijay Menuju Daerah Bebas Pasung, Pj Bupati Bahas Penanganan ODGJ dengan RSJ Aceh |
|
|---|
| Pj Bupati Pijay Sambangi Bayi Bibir Sumbing di Bandar Dua |
|
|---|
| Psikodista Konsultan Bekali 22 Guru SLB Baitul Ilmi Pidie Jaya, Fokus 3 Terapi Ini |
|
|---|
| KPP Bireuen Resmikan Pos Pajak di Pidie Jaya, Tingkatkan Sinergi dengan Audiensi ke Pj Bupati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-mahasiswa-Universitas-Syiah-Kuala-USK-saat-di-Desa-Mesjid-Tuha-Kecamatan-Meureudu.jpg)