Sabtu, 11 April 2026

Berita Pidie Jaya 

Inovasi Panel Surya Mahasiswa USK Bantu Desa Mesjid Tuha Pidie Jaya

"Salah satu terobosan utamanya adalah pengadaan sistem filtrasi Reverse Osmosis (RO) yang sepenuhnya ditenagai oleh panel surya untuk menjamin...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) saat di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan solusi konkret bagi ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana.

Melalui "Program Mahasiswa Berdampak", mereka menginisiasi proyek bertajuk BANGKIT (Basis Alternatif Nir-emisi Guna Ketahanan Infrastruktur Terbarukan) untuk mentransformasi Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, menjadi percontohan Smart Village berbasis energi terbarukan.

Kolaborasi strategis antara akademisi USK dan Pemkab Pidie Jaya ini dirancang secara holistik untuk menjamin ketersediaan energi dan air bersih, sekaligus memulihkan roda ekonomi warga pascabencana hidrometeorologi.

Ketua Tim Mahasiswa Berdampak USK, Yuraddin, menjelaskan bahwa keberhasilan proyek ini bertumpu pada integrasi teknologi tepat guna, yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat desa.

"Salah satu terobosan utamanya adalah pengadaan sistem filtrasi Reverse Osmosis (RO) yang sepenuhnya ditenagai oleh panel surya untuk menjamin kemandirian air bersih," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kecanggihan sistem ini diperkuat dengan integrasi sensor Internet of Things (IoT) yang terhubung langsung ke situs web desa, sehingga Pemuda Gampong dapat memantau cadangan dan kualitas air secara real-time.

Baca juga: Musik dari Panel Surya Iringi Langkah Tukang Pijat Tunanetra di Aceh Besar

Di sisi lain, tim juga fokus pada mitigasi krisis kelistrikan melalui inspeksi dan edukasi keamanan instalasi kabel di hunian warga guna menekan risiko korsleting pascabencana.

Tak berhenti pada infrastruktur fisik, program ini turut menyasar aspek pemberdayaan melalui transformasi digital UMKM dengan memberikan pelatihan upskilling pemasaran daring bagi kelompok ibu-ibu PKK agar produk lokal desa mampu bersaing di pasar digital.

Upaya pemulihan ini kemudian ditutup dengan aksi restorasi hunian melalui gotong royong massal untuk memastikan seluruh area pemukiman kembali aman, bersih, dan layak huni bagi masyarakat.

"Kami ingin membuktikan bahwa teknologi seperti panel surya dan IoT bukan sekadar teori kampus, tapi bisa menyelamatkan fasilitas vital desa saat krisis terjadi. Ini adalah langkah nyata dari Aceh untuk infrastruktur berkelanjutan," tegas Yuraddin.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved