Jumat, 10 April 2026

Berita Pidie Jaya

Krueng Meureudu Butuh Normalisasi, Bupati Pijay Harap Dukungan Pusat

Pemkab Pidie Jaya, mengharapkan dukungan pemerintah pusat menangani normalisasi Sungai (Krueng) Meureudu.

Editor: mufti
Serambinews.com/Muhammad Nazar
PEMBERSIHAN LUMPUR - Satu alat berat membersihkan lumpur di dalam Krueng Meureudue, di Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua. Dampak banjir bandang menyebabkan krueng tersebut dangkal. SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pidie Jaya, mengharapkan dukungan pemerintah pusat menangani normalisasi Sungai (Krueng) Meureudu
  • Normalisasi Krueng Meureudu tersebut meliputi pembersihan material kayu, pasir, lumpur terbawa arus banjir agar aliran sungai kembali normal
  • Selain normalisasi sungai, pemulihan pascabencana juga harus dilakukan menyeluruh seperti percepatan pembangunan hunian serta pemulihan aktivitas perekonomian masyarakat

"Kami berharap dukungan pemerintah pusat terhadap normalisasi Krueng Meureudu serta percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya," Sibral Malasyi, Bupati Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU – Pemkab Pidie Jaya, mengharapkan dukungan pemerintah pusat menangani normalisasi Sungai (Krueng) Meureudu.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Sabtu (7/3/2026), mengatakan, normalisasi Krueng Meureudu merupakan langkah strategis dalam pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.

"Kami berharap dukungan pemerintah pusat terhadap normalisasi Krueng Meureudu serta percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya," kata Sibral Malasyi.

Ketika bencana hidrometeorologi melanda kabupaten itu pada akhir November 2025, sungai tersebut meluap membawa kayu berbagai serta lumpur ke pemukiman masyarakat. 

Bupati mengatakan normalisasi Krueng Meureudu tersebut meliputi pembersihan material kayu, pasir, lumpur terbawa arus banjir agar aliran sungai kembali normal. Sebab, beberapa kali hujan lebat pascabencana membuat sungai tersebut meluap.

"Kami berharap normalisasi sungai tersebut dapat segera diselesaikan, termasuk penetapan lokasi pembuangan material kayu dan lumpur, sehingga bencana serupa tidak terulang," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri mengatakan normalisasi sungai harus dilakukan menyeluruh termasuk pembersihan pemukiman dan rumah masyarakat yang tertimbun lumpur.

"Kami berharap penanganan tidak bersifat sementara, tetapi dilakukan permanen, sehingga masyarakat benar-benar aman dari bencana serupa meluapkan sungai tersebut," katanya.

Selain normalisasi sungai, kata dia, pemulihan pascabencana juga harus dilakukan menyeluruh seperti percepatan pembangunan hunian serta pemulihan aktivitas perekonomian masyarakat.

"Dalam pemulihan sungai dan kawasan pemukiman, perlu melibatkan masyarakat terdampak bencana. Dan ini membantu pemulihan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pascabencana bencana," kata Hasan Basri.(antaranews.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved