Berita Aceh Selatan
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Pasie Raja, GAMA Minta Penyelidikan Terbuka
kasus ini perlu ditangani secara serius dan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:GAMA meminta penyelidikan terbuka terkait dugaan keracunan setelah siswa mengonsumsi menu MBG di dapur SPPG Ujung Padang Asahan, Pasie Raja, Aceh SelatanKoordinator GAMA Aceh Selatan, Zulfikri, mendesak Polres Aceh Selatan melakukan pemeriksaan transparan untuk memastikan ada tidaknya kelalaian dalam pengawasan keamanan panganoperasional dapur MBG dihentikan sementara dan sampel makanan sedang diuji oleh Dinkes bersama BPOM untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan siswa.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, kini menjadi sorotan publik.
Selain aspek teknis dapur, perhatian juga mengarah pada profesionalitas pengawasan mutu pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Koordinator Wilayah Gerakan Aktivis Muda Aceh (GAMA) Aceh Selatan, Zulfikri, menilai kasus ini perlu ditangani secara serius dan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa dalam program pangan publik, peran ahli gizi dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci utama dalam memastikan keamanan makanan sebelum sampai ke tangan siswa.
“Ahli gizi dalam program seperti MBG bukan hanya menyusun menu atau menghitung kalori.
Mereka juga memiliki tanggung jawab memastikan standar keamanan pangan, pengawasan proses produksi, hingga memastikan makanan aman dikonsumsi,” kata Zulfikri, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: Polres Aceh Selatan Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Pasie Raja
Menurutnya, munculnya dugaan makanan disimpan hingga berjam-jam sebelum dikonsumsi memunculkan pertanyaan publik mengenai pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya diterapkan di dapur produksi.
Dalam sistem penyediaan makanan skala besar seperti MBG, kontrol terhadap waktu penyimpanan makanan (food holding time), suhu distribusi, serta penerapan cold chain menjadi faktor krusial untuk mencegah risiko kontaminasi.
Karena itu, Zulfikri mendesak Polres Aceh Selatan untuk melakukan pemeriksaan mendalam dan transparan guna memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam pengelolaan dapur MBG tersebut.
“Kami mendorong aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara komprehensif dan berbasis data.
Jika memang ada kelalaian dalam pengawasan mutu pangan, maka harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujarnya.
Selain aparat kepolisian, ia juga meminta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh Selatan untuk bersikap transparan dalam menangani kasus tersebut, termasuk menyampaikan perkembangan investigasi dan evaluasi yang sedang dilakukan.
Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat memahami proses penanganan yang sedang berjalan dan tidak terjebak pada rumor atau asumsi yang belum terverifikasi.
Baca juga: Kondisi Stabil, Semua Siswa Dugaan Keracunan MBG sudah Dipulangkan dari Puskesmas
“Kami berharap BGN Aceh Selatan dapat menyampaikan informasi secara terbuka mengenai langkah evaluasi yang dilakukan, sehingga masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas,” kata Zulfikri.
| Bayi Penderita Bocor Jantung di Aceh Selatan Terima Bantuan dari Kapolres |
|
|---|
| PUPR Aceh Selatan Anggarkan Rp4,85 Miliar untuk Penggantian Jembatan Gampong Seuneubok Pusaka |
|
|---|
| Bupati Mirwan Serahkan Bantuan Rp25 Juta untuk Pemulangan Jenazah Warga Aceh Selatan dari Malaysia |
|
|---|
| Baitul Mal Aceh Selatan Bantu Bayi Penderita Bocor Jantung, Siapkan Dana Rujukan Rp2 Juta |
|
|---|
| Jalan Dikerok Sebabkan Debu dan 2 Pengendara Jatuh, HMI Tapaktuan Desak Rekanan Segera Aspal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Koordinator-Wilayah-GAMA-Aceh-Selatan-Zulfikri.jpg)