Sabang
Pedagang Buah di Sabang Catat Kenaikan Pembeli Selama Ramadhan 2026
Permintaan buah segar untuk kebutuhan takjil selama Ramadhan 2026 di Sabang mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa...
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Permintaan buah segar untuk takjil di Sabang meningkat selama Ramadan 2026, terutama di Pasar Buah Pujasera.
- Pembeli didominasi pelaku UMKM kuliner yang membutuhkan bahan minuman berbuka seperti melon, semangka, dan pepaya.
- Meski meningkat dibanding hari biasa, penjualan tahun ini masih belum seramai Ramadan tahun lalu.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Permintaan buah segar untuk kebutuhan takjil selama Ramadhan 2026 di Sabang mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Namun, jumlah pembeli di Pasar Buah Pujasera sejauh ini masih belum mampu menyamai tingkat penjualan pada Ramadhan tahun lalu.
Aktivitas jual beli terlihat meningkat di Pasar Buah Pujasera sejak memasuki pekan pertama Ramadhan. Sejumlah lapak buah mulai dipadati pembeli yang mencari buah segar untuk kebutuhan minuman berbuka puasa.
Salah seorang pedagang buah di pasar tersebut, Muhajir, mengatakan pembeli pada Ramadhan tahun ini lebih didominasi pelaku UMKM kuliner yang berjualan menjelang berbuka. Sementara pembelian untuk konsumsi rumah tangga dinilai belum terlalu signifikan.
“Yang belanja sekarang kebanyakan pedagang yang berjualan untuk berbuka. Kalau pembeli untuk kebutuhan rumah tangga tetap ada, tapi tidak sebanyak tahun lalu,” kata Muhajir, Selasa(10/3/2026).
Ia menjelaskan, jenis buah yang paling banyak dicari adalah bahan baku minuman segar seperti melon, pepaya, semangka, apel, dan pir. Buah-buahan tersebut umumnya diolah menjadi es buah, sup buah, hingga pokat kocok yang banyak dijual di kawasan pusat jajanan Ramadhan.
Menurutnya, dalam satu hari rata-rata penjualan buah dapat mencapai sekitar 30 kilogram. Angka tersebut dinilai cukup stabil selama beberapa hari terakhir, terutama menjelang sore hari saat para pedagang takjil mulai mempersiapkan dagangan mereka.
“Untuk Ramadh an tahun ini memang ada peningkatan pembeli dibanding hari biasa. Kalau dibandingkan tahun lalu masih lebih ramai tahun kemarin,” ujarnya.
Baca juga: Kemenhub Siapkan 2.500 Tiket Kapal Cepat untuk Mudik Gratis Rute Banda Aceh-Sabang PP, Cek Jadwalnya
Muhajir menilai daya beli masyarakat secara umum belum sepenuhnya pulih. Hal itu terlihat dari pola belanja konsumen yang cenderung dalam jumlah kecil serta tidak terlalu banyak pembelian dalam jumlah besar dari konsumen rumah tangga.
Meski demikian, dari sisi harga dan pasokan buah di pasaran masih relatif stabil. Bahkan beberapa jenis buah dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan Ramadhan tahun lalu.
“Untuk harga masih normal, malah ada yang lebih murah dari tahun kemarin. Stok buah juga masih aman sampai akhir Ramadhan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Ia berharap momentum buka puasa bersama pada pertengahan hingga akhir Ramadhan nanti dapat semakin meningkatkan penjualan sehingga omzet pedagang buah di Pasar Pujasera bisa meningkat dibandingkan saat ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Lapak-buah-Pasar-Pujasera-Sabang-terkini.jpg)