Senin, 27 April 2026

Berita Lhokseumawe

Polemik Sulitnya Penukaran Uang Baru, Haji Uma Datangi Bank Indonesia  Lhokseumawe

Kedatangan Haji Uma ke BI untuk membahas sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
DISKUSI - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman yang akrab disapa Haji Uma melakukan pertemuan dan diskusi dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Prabu Dewanto di Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe, Selasa (10/3/2026). Foto/Dok Staf Haji Uma 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman yang akrab disapa Haji Uma pada Selasa (10/3/2026), mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe.

Kedatangan Haji Uma ke BI untuk membahas sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Terutama terkait polemik penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul fFitri dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Prabu Dewanto.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BI Lhokseumawe sebagai bentuk respons Haji Uma atas banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan kuota penukaran uang baru melalui sistem pendaftaran yang diterapkan saat ini.

Haji Uma mengatakan, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan serta penyerapan aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan kepadanya sebagai anggota DPD RI.

“Hari ini kita bersilaturahmi ke Bank Indonesia Lhokseumawe dan melakukan diskusi langsung dengan Kepala BI terkait berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, terutama mengenai minat masyarakat untuk mendapatkan penukaran uang baru menjelang Lebaran,” kata Haji Uma.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Lhokseumawe yang telah berupaya menghadirkan berbagai layanan penukaran uang kepada masyarakat, baik melalui perbankan maupun titik layanan di sejumlah lokasi.

Namun demikian, Haji Uma juga menyampaikan adanya sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait sistem pendaftaran secara daring yang dinilai masih menyulitkan sebagian masyarakat.

Baca juga: Haji Uma Soroti Sistem Penukaran Uang via BI PINTAR, Bank Aceh Langsa Terima Banyak Keluhan Nasabah

 “Selama ini kita menerima banyak laporan dari masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan jatah penukaran. Ketika ingin mendaftar, kuota sering sudah penuh,” ujarnya.

Menurut Haji Uma, salah satu persoalan yang juga menjadi perhatian adalah adanya masyarakat yang telah mendaftar dalam sistem penukaran, namun tidak datang saat jadwal penukaran berlangsung. 

Hal tersebut dinilai dapat menghambat kesempatan bagi masyarakat lain yang membutuhkan.

“Ada juga masyarakat yang sudah mendaftar tetapi tidak datang untuk melakukan penukaran. Ini tentu membuat stagnasi dan menghambat peminat lain yang ingin menukar uang,” kata Haji Uma.

Karena itu, ia mendorong agar Bank Indonesia ke depan dapat melakukan evaluasi terhadap mekanisme yang diterapkan, termasuk mempertimbangkan kolaborasi antara sistem manual dan sistem online agar lebih efektif.

“Tentu kita mendukung sistem online, tetapi perlu ada evaluasi agar lebih efektif. Bahkan menurut saya, perlu dipertimbangkan adanya mekanisme tertentu seperti pemblokiran atau sanksi bagi pendaftar yang tidak datang, supaya kesempatan itu bisa diberikan kepada masyarakat lain,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved