Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Tamiang

APTFI Bersama Mitra Gelar Bakti Sosial di Kampung Durian Aceh Tamiang

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi yang berkesinambungan antara tenaga kesehatan dan warga Kampung Durian

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Bakti sosial - APTFI bersama mitranya, Sabtu (7/3/2026) gelar bakti sosial mulai pelayanan kesehatan sampai buka puasa bersama di Kampung Durian Aceh Tamiang. 

Ringkasan Berita:APTFI bersama Ikatan Apoteker Indonesia Aceh, mahasiswa PSPPA INKES Helvetia Medan, dan Bulan Sabit Merah Indonesia Aceh Tamiang menggelar bakti sosial di Kampung Durian, Aceh Tamiang
 
Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan logistik, serta buka puasa bersama bagi warga terdampak banjir. 
 
Aksi tersebut bertujuan membantu pemulihan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan penggunaan obat yang benar.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) bersama Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh, mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPPA) INKES Helvetia Medan, serta Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Aceh Tamiang menggelar kegiatan bakti sosial kemanusiaan di Gampong Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan gratis, penyaluran bantuan logistik, serta buka puasa bersama bagi masyarakat yang terdampak banjir di desa tersebut.

Noval Rizqan selaku tim media yang bertugas di lapangan kepada Serambinews.com, Rabu (11/3/2026), mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian tenaga kesehatan terhadap kondisi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Banjir yang sempat merendam permukiman warga menyebabkan berbagai aktivitas masyarakat terganggu serta berdampak pada kondisi kesehatan dan perekonomian warga.

Hingga saat ini, sebagian masyarakat Kampung Durian masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan

Selain itu, kondisi lingkungan pascabanjir juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim relawan, sejumlah warga mengeluhkan penyakit yang umum muncul setelah bencana banjir, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, diare, demam, serta kelelahan akibat aktivitas membersihkan rumah dan lingkungan.

Baca juga: Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Urat: Penjelasan Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegahnya

Dalam kegiatan tersebut, tim relawan memberikan berbagai layanan kepada warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi kesehatan, hingga edukasi mengenai penggunaan obat yang benar.

Tim juga menyalurkan bantuan logistik yang berisi kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak banjir.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh warga dan para relawan, menciptakan suasana kebersamaan di tengah proses pemulihan pascabencana.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus menerima bantuan yang disalurkan oleh tim relawan.

Salah satu perwakilan warga Kampung Durian menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh para tenaga kesehatan dan relawan.

“Kami sangat senang dan merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan kesehatan, pembagian bantuan logistik, serta buka puasa bersama ini. 

Hingga saat ini kami masih memiliki keterbatasan akses kesehatan dan kesulitan ekonomi,” ujarnya.

Warga sadar kesehatan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved