Breaking News
Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Singkil

Ndelabakh Manuk Bakar, Kuliner Tradisional Singkil Jadi Menu Favorit Buka Puasa 

Ndelabakh manuk bakar merupakan ayam bakar dengan bumbu sangrai parut kelapa, cabai giling, garam, dan jeruk peras. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
Buka Puasa Bersama: Warga menggelar buka puasa bersama di Warung Sinanggel dengan menu ndelabakh manuk bakar salah satu makan tradisional Singkil, Rabu (11/3/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ndelabakh manuk kuliner tradisional Singkil jadi menu favorit buka puasa warga Kabupaten Aceh Singkil, pada Ramadhan 1447 Hijriah. 

Makanan warisan para raja Singkil itu, dijajakan Warung Sinanggel, rumah makan yang melayani buka puasa bersama dengan menu makanan tradisional. 

Tak mengherankan, jika Warung Sinanggel selalu dipadati warga untuk buka puasa bersama dengan menu ndelabakh manuk.

Ndelabakh manuk bakar merupakan ayam bakar dengan bumbu sangrai parut kelapa, cabai giling, garam, dan jeruk peras. 

Ndelabakh itu sendiri merupakan bahasa Singkil yang artinya proses percampuran antara bumbu mentah dan sangrai kelapa parut dengan ayam bakar.

Menu favorit lainnya adalah ikan karang, ikan kakap, dan ikan kerapu dengan bumbu gulapas sambal matah. 

Gulapas sambal matah artinya kira-kira sambal mentah pedas.

Sehingga seseorang yang menikmatinya akan merasakan kepedasan. 

Warung Sinanggel dikelola Wanhar Lingga, seorang pegiat literasi dan budaya yang juga dikenal sebagai Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesian Kabupaten Aceh Singkil.

Ia menyebutkan selain tempat makan dan ngopi, khusus bukan puasa Warung Sinanggel menjadi ruang nostalgia bagi masyarakat yang ingin menikmati makan tradisional Singkil.

Tak mengherankan Warung Sinanggel yang berlokasi di Desa Gunung Lagan, setiap tahun menjadi tujuan pencinta kuliner tradisional untuk berbuka puasa bersama keluarga, teman, hingga komunitas.

Tradisi berbuka puasa dengan makanan warisan para raja Singkil di Warung Sinanggel berlangsung setiap bulan Ramadhan. 

Tahun ini, suasana ramai sejak awal Ramadhan, dengan pengunjung yang datang menjelang waktu berbuka.

Menu tradisional khas Singkil yang jarang ditemui di tempat lain menjadi alasan utama masyarakat memilih Warung Sinanggel. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved