Breaking News
Kamis, 23 April 2026

Berita Pidie

Puluhan Warga Batee dengan Berkain Sarung Geruduk DPMG Pidie Gegara BLT 

Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie mendatangi Kantor DPMG Pidie untuk mempertanyakan BLT dana desa 2025 yang tidak disalurkan.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Muhammad Nazar
GERUDUK KANTOR DPMG - Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie sambil berkain sarung mendatangi Kantor DPMG Pidie, Kamis (12/3/2026). Kedatangan warga untuk mempertanyakan BLT yang tidak disalurkan. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie mendatangi Kantor DPMG Pidie untuk mempertanyakan BLT dana desa 2025 yang tidak disalurkan.
  • Sebagian warga hanya menerima tiga bulan BLT, sementara lainnya tidak menerima sama sekali, sehingga menimbulkan protes.
  • Pihak DPMG menjelaskan BLT sekitar Rp18 juta dialihkan untuk pembangunan pasar, memicu ketidakpuasan warga.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee, Pidie mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Kamis (12/3/2026). 

Kedatangan warga ke Kantor DPMG Pidie itu guna mempertanyakan bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa atau DD tahun 2025, yang tidak disalurkan kepada warga sebagai penerima manfaat. 

Pantauan Serambinews.com, Kamis (12/3/2026), sekitar 20 warga Gampong Neuhen mendatangi Kantor DPMG Pidie menggunakan pikap Suzuki Carry. 

Warga yang datang itu didominasi kaum pria yang mayoritas menggunakan kain sarung. 

Kedatangan warga itu diterima Kabid Pemberdayaan DPMG Pidie, Kamarullah, ST.

Samsul Bahri (55), warga Gampong Neuhen, Kecamatan Batee kepada Serambinews.com, Kamis (12/3/2026), mengatakan, sekitar 22 warga tidak mendapatkan BLT tahun 2025. 

Kata Samsul, warga telah sudah mempertanyakan kepada keuchik terhadap BLT, bahwa BLT jatah warga tidak diberikan lagi. 

Baca juga: Ramai Isu BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Awal 2026, Begini Cara Cek Penerimanya

Namun, kata keuchik, BLT jatah warga tidak ada lagi karena telah dipotong. 

"Kami sempat tanyakan kenapa dipotong, namun keuchik menjawab tidak mengetahui alasan dana itu dipotong," jelasnya.

Dikatakan dia, jumlah bulan BLT yang tidak diterima warga bervariasi. 

Artinya, jelas Samsul, ada warga menerima tiga bulan. 

Namun, sebagian warga justru tidak menerima BLT selama satu tahun. 

Seperti isteri Alamsyah bernama Baren Haji hanya menerima tiga bulan.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved