Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Organda Aceh Jamin Tak Ada Kenaikan Tiket Mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H

“Tidak ada kenaikan harga tiket, nggak ada. Nah, itu kami jamin itu. Kalau memang masyarakat ada menemukan kenaikan harga laporkan kepada Organda,”

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Rianza Alfandi
HARGA TIKET STABIL – Ketua DPD Organda Aceh, Ramli, memastikan harga tiket angkutan umum untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan, Jumat (13/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • DPD Organda Aceh memastikan harga tiket angkutan umum untuk mudik Lebaran Idul Fitri tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.
  • Ketua DPD Organda Aceh, Ramli, menegaskan jika ada kenaikan harga tiket di lapangan, masyarakat diminta segera melaporkannya agar ditindak.
  • Sistem tarif menggunakan batas bawah dan batas atas, dengan selisih sekitar 20 persen, namun besaran tarif berbeda tiap daerah sesuai jarak tempuh.
  • Organda telah menyiapkan armada angkutan: 600+ unit bus dan 3.000+ unit KIA dan Hiace.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Aceh memastikan harga tiket angkutan umum untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Ketua DPD Organda Aceh, Ramli menegaskan,  apabila masyarakat menemukan adanya kenaikan harga tiket di lapangan, ia meminta agar segera melaporkannya kepada Organda agar dilakukan penegakan.

“Tidak ada kenaikan harga tiket, nggak ada. Nah, itu kami jamin itu. Kalau memang masyarakat ada menemukan kenaikan harga laporkan kepada Organda,” kata Ramli kepada Serambinews.com, Jumat (13/3/2026).

Ramli menjelaskan, pihaknya menerapkan sistem tarif batas bawah dan batas atas dalam penentuan harga tiket angkutan.

Tarif batas bawah biasanya berlaku pada hari-hari biasa, sedangkan tarif batas atas dapat diterapkan pada momen tertentu seperti libur tahun baru atau Lebaran.

Namun demikian, ia tidak bisa merincikan terkait besaran tarif batas bawah hingga batas atas.

Hal itu lantaran setiap daerah di Aceh memiliki jarak tempuh dan tarif yang berbeda.

“Perbedaan antara tarif batas bawah dan tarif batas atas sekitar 20 % perbandingannya. Kalau misal harga batas bahwa Rp 100 ribu, berarti harga batas atas bisa sekitar Rp 120 ribu. Tetapi tiap-tiap daerah beda tarifnya, misalnya ke Tamiang beda, ke wilayah barat selatan beda lagi,” ujarnya.

Baca juga: Amankan Mudik dan Lebaran, Polres Aceh Jaya Kerahkan 120 Personel Gabungan 

Ramli mengungkap, bahwa pihaknya telah mempersiapkan armada angkutan jauh-jauh hari guna memastikan kelancaran arus mudik masyarakat di Aceh.

Ia juga menekankan, salah satu fokus utama Organda saat ini adalah memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar layak jalan demi keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan tiket menjelang Lebaran.

Menurutnya, jumlah armada yang tersedia dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penumpang.

“Kita armada cukup banyaklah. Jadi nggak usah khawatir, kepada masyarakat kita mengimbau jangan khawatir tiket habis. Apalagi nanti dari Pemerintah Aceh juga kita laksanakan mudik gratis. Ini juga terbantu masyarakat. Kita sudah cek semua,” jelasnya. 

Berdasarkan data Organda Aceh, jumlah armada angkutan yang siap melayani pemudik tahun ini cukup besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved