Kamis, 23 April 2026

Berita Bireuen

Jelang Mudik Lebaran 2026, Puluhan Supir di Terminal Batoh Dicek Urine

“Nanti salah satu kegiatannya adalah bisa saja kegiatan tes urine mendadak tanpa pemberitahuan. Kalau ini kan sudah seperti seremoni ya. Itu sama...

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Hendri Abik
CEK URINE – Petugas BNNP Aceh melakukan tes urine terhadap para supir menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemeriksaan dipusatkan di Depo Transkutaraja, Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan sopir angkutan umum di Banda Aceh menjalani tes urine menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 H, Sabtu (14/3/2026), di Depo Transkutaraja, Terminal Tipe A Batoh.
  • Tes urine menggunakan rapid test yang mendeteksi enam jenis zat: ganja, sabu, ekstasi, kokain, morfin, serta penyalahgunaan obat tertentu.
  • Target pemeriksaan sekitar 50 sopir bus dan Hiace. Jika ditemukan positif, sopir akan diarahkan ke rehabilitasi dan asesmen BNNP Aceh.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Puluhan sopir angkutan umum menjalani tes urine menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemeriksaan tersebut dipusatkan di Depo Transkutaraja, Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026).

Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Aceh, Dedi Andria mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan penumpang selama masa mudik serta mencegah penggunaan narkotika oleh awak angkutan umum.

Pelaksanaan tes urine dilakukan melalui kolaborasi sejumlah instansi.

“Pelaksanaan tes urine hari ini merupakan kerja sama antara BNNP Aceh, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Aceh, dan Dokkes Polda Aceh,” kata Dedi.

Ia menjelaskan, bahwa pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Aceh pada 2026.

Di mana, program mudik gratis tersebut akan dilaksanakan mulai besok. 

“Ini adalah kegiatan yang reguler kita laksanakan setiap tahunnya. Mudah-mudahan bukan segera sampai dengan tahun ini, akan berlanjut terus sampai ke di tahun-tahun yang akan datang,” ungkapnya. 

Dalam pemeriksaan tersebut, BNNP Aceh menargetkan sekitar 50 awak angkutan, baik sopir bus maupun kendaraan jenis Hiace.

Tes dilakukan menggunakan alat rapid test urine yang mampu mendeteksi enam jenis zat narkotika, yakni ganja, sabu, ekstasi, kokain, morfin, serta penyalahgunaan obat-obatan tertentu.

“Kalau nanti di alat ini kita lihat garis dua ya, berarti itu dia negatif. Jadi kita berdasarkan alat ini yang kita gunakan. Kalau memang alat ini mengatakan positif, berarti akan kita bawa mereka itu untuk melaksanakan rehabilitasi, bahkan asesmen yang nanti akan kita bawa ke teman-teman yang ada di BNNP Aceh,” jelasnya. 

Baca juga: Mudik Lebaran, Tarif Tol Sibanceh Diskon 30 Persen, Segini Besarannya

Meski demikian, Dedi menyebut dalam tiga tahun terakhir tidak ditemukan sopir yang positif narkoba dalam pemeriksaan serupa.

Kasus terakhir tercatat pada 2018 ketika seorang sopir dinyatakan positif menggunakan sabu saat tes urine di kawasan Sare.

“Jadi kekhawatiran itulah yang kita lakukan pemeriksaan urine ini. Dan ini disambut baik oleh Dinas Perhubungan Aceh, Jasa Raharja, maupun dari pihak kepolisian,” tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved