Senin, 20 April 2026

Banjir Landa Aceh

11 Ribu Ekor Sapi Mati di Aceh Tamiang, Peternak Berharap Bantuan Stimulan Banjir Bandang

"Kami sudah didata, hasil akhirnya ada 11 ribu ekor sapi milik peternak yang mati ketika banjir kemarin," kata Amran, warga Kejuruanmuda, Aceh Tamiang

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
TERNAK KURBAN – Ilustrasi ketersediaan hewan ternak kurban untuk Idul Adha 2025 di Aceh. Foto direkam beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Peternak sapi di Aceh Tamiang mengalami keterpurukan pascabanjir bandang 26 November 2025 yang menewaskan sekitar 11 ribu ekor sapi.
  • Banyak peternak kehilangan seluruh ternaknya dan kini kesulitan menyediakan tempat serta pakan bagi sapi yang masih hidup.
  • Awalnya ada bantuan pakan dari relawan, namun kini sudah tidak lagi tersalurkan.
  • Peternak berharap adanya bantuan pemulihan dari pemerintah karena kerugian tidak hanya berdampak pada ekonomi mereka, tetapi juga pada stok pangan daerah.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Peternak sapi di Aceh Tamiang dihantui keterpurukan, pascabanjir bandang pada 26 November 2025.

Ancaman kebangkrutan ini tidak terlepas dengan fakta 11 ribu ekor sapi milik peternak mati.

"Kami sudah didata, hasil akhirnya ada 11 ribu ekor sapi milik peternak yang mati ketika banjir kemarin," kata Amran, warga Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, Sabtu (14/3/2026).

Tak sedikit peternak mengalami kerugian 100 persen, artinya seluruh sapi yang dimiliki sudah tak bersisa akibat hantaman gelombang banjir.

Mirisnya untuk sapi yang hidup peternak juga sudah tidak memiliki tempat layak.

Begitu juga areal sapi mencari makan juga sudah sangat minim akibat hamparan rumput sudah rusak tertimbun lumpur.

"Semuanya kering, kami nggak tahu harus bagaimana menangani sapi," ucapnya.

Diakuinya di awal pascabanjir ada beberapa relawan yang memberikan perhatian dengan memberikan pakan ternak.

Bantuan ini sangat membantu karena stok pakan sudah minus dan kondisi sapi banyak yang sakit.

Namun seiring waktu berjalan, bantuan ini sudah tidak tersalurkan.

"Kami berharap ada bantuan pemulihan, kami merasa kok kurang mendapat perhatian," ungkapnya.

Bantuan ini dinilai bukan hanya untuk membantu perekonomian peternak, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan pangan di Aceh.

Diketahui Aceh Tamiang kesulitan memenuhi stok sapi meugang program Presiden RI Prabowo karena minimnya populasi sapi.

Situsi genting ini baru teratasi setelah belanja sapi dialihkan ke Sumatera Utara. (*)
 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved