Senin, 4 Mei 2026

Berita Bireuen

Kendaraan dari Medan Dialihkan ke Awe Geutah

Kalau memungkinkan, tanda petunjuk arah ditambah dan dibuat lebih jelas sehingga pengendara tidak bingung,” RUSLI

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Persimpangan – Salah satu kendaraan sedang melintasi persimpangan di Desa Pante Baro Gle Siblah ke jembatan Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Minggu (15/3/2026), persimpangan tersebut tidak terlihat petunjuk arah. 

Ringkasan Berita:
  • Satlantas Polres Bireuen bersama Dinas Perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian kendaraan dari arah Medan ke jalur alternatif Jembatan Awe Geutah
  • Antrean tetap ada, apalagi jika ada truk besar, bus, atau truk tangki dari arah Medan yang melintas. Namun tidak terlalu lama.
  • MESKI demikian, sejumlah pengendara mengeluhkan minimnya petunjuk arah di beberapa persimpangan sepanjang jalur tersebut. 

“Kalau memungkinkan, tanda petunjuk arah ditambah dan dibuat lebih jelas sehingga pengendara tidak bingung,” RUSLI, Warga Pante Baro Gle Siblah

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satlantas Polres Bireuen bersama Dinas Perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian kendaraan dari arah Medan ke jalur alternatif Jembatan Awe Geutah Paya-Teupin Reudeup, Peusangan Selatan. 

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang.

Sejak beberapa hari terakhir, kendaraan roda empat seperti mobil pribadi, minibus, angkutan umum L300, HiAce, serta truk barang dengan muatan maksimal 10 ton diarahkan melewati jalur alternatif tersebut.

Sementara itu, truk besar, truk tangki, bus antarkota antarprovinsi (AKAP), serta kendaraan prioritas seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan truk pengangkut BBM serta sembako tetap diperbolehkan melintas di Jembatan Kutablang dengan sistem buka-tutup sesuai kondisi lalu lintas.

Komandan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polres Bireuen, Ipda Dadang S, kepada Serambi, Minggu (15/3/2026), mengatakan pengalihan arus tersebut dilakukan untuk mengurangi antrean kendaraan di jembatan yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.

“Kendaraan jenis minibus dan truk barang seperti Colt Diesel diarahkan ke jalur alternatif. Sementara truk besar dengan tonase hingga 30 ton tetap melintas di Jembatan Kutablang dengan sistem buka-tutup sesuai kondisi lalu lintas,” ujarnya.

Pantauan di kawasan Kutablang menunjukkan antrean kendaraan dari arah Banda Aceh menuju jembatan tersebut mulai berkurang. Meski antrean masih terjadi, waktu tunggu kendaraan untuk melintas tidak terlalu lama.

“Antrean tetap ada, apalagi jika ada truk besar, bus, atau truk tangki dari arah Medan yang melintas. Namun tidak terlalu lama. Untuk minibus lebih baik melalui jalur alternatif,” ujar seorang anggota Satlantas yang sedang mengatur arus lalu lintas di dekat jembatan tersebut.

Sementara itu, arus kendaraan yang dialihkan ke jalur alternatif Awe Geutah-Teupin Reudeup terpantau berjalan lancar. Jalur tersebut dilalui berbagai jenis kendaraan mulai dari minibus, angkutan umum, hingga truk barang.

Rute alternatif itu dimulai dari Simpang SMA Kutablang menuju Gampong Blang Mee, Pante Baro Gle Siblah, Lueng Daneun hingga Jembatan Awe Geutah sebelum keluar ke wilayah Peusangan Selatan. Sebagian besar ruas jalan sudah beraspal, meskipun di beberapa titik masih terdapat jalan yang belum diaspal dan sedang dilakukan pelebaran.(yus)

Minim Petunjuk Arah

MESKI demikian, sejumlah pengendara mengeluhkan minimnya petunjuk arah di beberapa persimpangan sepanjang jalur tersebut. Kondisi itu membuat sebagian pengendara, terutama pemudik yang baru pertama melintas, sempat kebingungan menentukan arah perjalanan.

Rusli, warga Pante Baro Gle Siblah, mengatakan penambahan papan petunjuk arah sangat diperlukan agar pengendara tidak ragu saat melewati persimpangan. “Kalau memungkinkan, tanda petunjuk arah ditambah dan dibuat lebih jelas sehingga pengendara tidak bingung,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa titik persimpangan yang cukup membingungkan berada di kawasan Pante Baro Gle Siblah serta sejumlah tikungan lain di sepanjang jalur tersebut. Keberadaan rambu penunjuk arah yang jelas dinilai sangat membantu pengendara, terutama bagi pemudik yang belum mengenal jalur tersebut.

Warga berharap Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Bireuen dapat menambah rambu dan papan petunjuk arah di sepanjang jalur alternatif itu agar arus kendaraan tetap lancar. Satlantas Polres Bireuen juga mengimbau para pengendara untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Seulawah 2026 yang digelar untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.(yus)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved