Rabu, 8 April 2026

Banda Aceh

Catat, Ini Hari Terakhir Pasar Murah Daging Meugang Lebaran di Banda Aceh dan Titiknya

Pasar murah daging meugang menjelang lebaran Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh...

Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI
DAGING - Pedagang melayani pembeli daging pada hari Meugang di kawasan Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, beberapa waktu lalu (ilustrasi). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar pasar murah daging meugang pada 17–18 Maret 2026 di sejumlah titik.
  • Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan daging terjangkau serta menekan inflasi jelang Idulfitri.
  • Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal menyebut pasar daging bersubsidi menjadi langkah strategis menjaga stabilitas harga.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasar murah daging meugang menjelang lebaran Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh sejak 17 Maret kemarin, berakhir pada Rabu (18/3/2026). 

Adapun titik hari kedua ini berlangsung di sejumlah tempat meliputi Jalan Sultan Iskandar Muda, Gampong Punge Ujong, Kecamatan Meuraxa. Jalan Wedana, Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya. Jalan Rama Setia, Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa. Jalan T Iskandar, depan halaman SD 56, Gampong Lamglumpang, Kecamatan Ulee Kareng.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan, program yang telah memasuki tahun kedua ini digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan daging dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan pasar murah daging meugang. Menjelang Idul Fitri kita kembali membuka pasar daging bersubsidi yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Aceh Syariah,” ujar Illiza saat meninjau langsung pelaksanaan pasar murah daging meugang di area eks Pasar Aceh, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, tradisi meugang yang sangat kuat di Aceh membuat permintaan daging meningkat signifikan menjelang hari raya. Karena itu, pemerintah berupaya hadir melalui program intervensi pasar agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Pemko Banda Aceh Minta Pengusaha-Perkantoran Salurkan Zakat melalui Baitul Mal

Menurut wali kota, pasar murah daging meugang menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan laju inflasi di Kota Banda Aceh. Selain daging bersubsidi, pemerintah juga menggelar pasar pangan murah guna menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok lainnya.

“Tradisi meugang ini mungkin berbeda dengan daerah lain. Karena itu pemerintah juga menggelar pasar murah, pangan murah, dan pasar daging bersubsidi. Harapannya keterjangkauan harga bagi masyarakat tetap terjaga sekaligus menekan inflasi,” ucap Illiza.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Bank Aceh dan Perumdam Tirta Daroy, akan melaksanakan Pasar Murah Daging Meugang menyambut lebaran yang berlangsung pada 17-18 Maret 2026.

Dalam pasar murah ini, daging akan dijual dengan harga Rp 140.000/kg, angka yang dinilai jauh di bawah harga pasar saat puncak tradisi meugang. Dikatakan, langkah ini merupakan strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.

“Masyarakat diimbau untuk datang lebih awal ke lokasi terdekat guna memanfaatkan program ini, mengingat antusiasme warga yang biasanya cukup tinggi dalam menyambut tradisi meugang di Aceh,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved